Kamis, 08 April 2010

Jalan Rusak, Pendistribusian Logistik Bisa Terkendala

0 komentar
ULU RAWAS- Pemilukada Kabupaten Musi Rawas tinggal dua bulan lagi. Demi kelancaran pelaksanaan suksesi lima tahunan tersebut, warga Ulu Rawas masih berharap Pemkab Musi Rawas segera memperbaiki jalan yang beberapa bulan terakhir mengalami kerusakan cukup parah. 
Seperti diungkapkan Lana, warga Muara Kulam, kalau pemerintah tidak segera memperbaiki jalan yang rusak itu, dirinya khawatir sedikit banyak akan berpengaruh terhadap tahapan Pemilukada, terutama dalam hal pendistribusian logistik. Karena untuk menjangkau desa-desa di bagian Ulu, tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat melainkan harus melalui sungai. 
“Saya sebagai warga Ulu Rawas masih berharap banyak kepada Pemkab Musi Rawas untuk segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Apalagi, terhambatnya proses pengerjaan jalan ini bukan faktor tidak ada anggaran, tapi karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan,” tuturnya. 
Menurut Lana, ada tiga desa yang sulit dijangkau saat musim hujan seperti sekarang diantaranya Desa Sosokan, Napallicin dan Kuto Tanjung.
Terkait masalah Pemilukada Juni mendatang, kalau tidak disikapi secara serius bisa menjadi sumber konflik lantaran munculnya dugaan-dugaan kecurangan karena sulit terpantau oleh tim (Panwaslu) maupun pemantau independen karena jaraknya cukup jauh.
“Intinya kami masyarakat Ulu Rawas sangat berharap bupati segera memperbaiki jalan di daerah kami,” pungkasnya. 
Sebagaimana diketahui dua desa di Kecamatan Ulu Rawas, masing-masing Desa Napallicin dan Kuto Tanjung kembali terancam terisolir. Menyusul putusnya jalan penghubung antara Desa Sosokan dengan Desa Napallicin, beberapa hari lalu.
Salah seorang warga Ulu Rawas, Hidayat (29) kepada Linggau Pos mengatakan lokasi putusnya jalan berada di turunan tebing sebelum memasuki Desa Napallicin. Akibatnya, warga mengalami kendala keluar masuk desa untuk membeli bahan kebutuhan pokok.
Lebih lanjut Hidayat menjelaskan bagi warga Desa Napallicin maupun Kuto Tanjung yang ingin bepergian ke Surulangun (Kecamatan Rawas Ulu) maupun ke Lubuklinggau terpaksa berganti kendaraan. Atau kalau mau menambah biaya transportasi, warga harus menggunakan sarana transportasi air hingga ke Kelurahan Muara Kulam.
“Sekarang masyarakat dua desa (Napallicin dan Kuto Tanjung) sedang susah karena jalan putus, sehingga kendaraan angkutan umum tidak bisa hilir mudik seperti biaya. Andaipun tetap mau naik kendaraan roda terpaksa harus nyambung, maksudnya bertukar mobil. Kalau tidak mau terpaksa harus naik motor ketek hingga ke Desa Sosokan atau Muara Kulam,” paparnya. 
Sebenarnya lanjut dia, jalan penghubung antara Muara Kulam dengan desa di bagian ulunya telah lama rusak dan bahkan sudah diambang batas. Tak jarang, lanjutnya, penumpang muntah-muntah akibat goncangan kendaraan yang ditumpangi. 
Sementara itu, Bupati Ridwan Mukti sebelumnya berjanji dalam waktu beberapa hari kedepan Pemkab Mura melalui dinas terkait siap memperbaiki jalan yang rusak di wilayah Kabupaten Mura. “Kalau 10 hari kedepan hujan reda maka seluruh jalan segera diperbaiki,” tegasnya.(03)

0 komentar:

Poskan Komentar