Rabu, 29 September 2010

Tahapan Pilkades Belani Dimulai

0 komentar
RAWAS ILIR- Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Kades(Pilkades) Belani, Kecamatan Rawas Ilir mulai dilaksanakan. Pjs Kades Belani Rehal Iqbal penganti Pjs lama Ihsan (Alm) ketika dikonfirmasi kontributor koran ini menjelaskan, untuk panitia Pilkades sebenarnya sudah lama dibentuk. Saat penyelenggara mulai melakukan pendataan pemilih dan menyusun rencana anggaran pelaksanaan Pilkades.
Menurutnya untuk masalah anggaran yang akan dikeluarkan saat Pilkades harus dimusyawarahkan secara matang. Jangan sampai nantinya membebani para calon Kades yang ikut dalam Pilkades Belani. “Yang namanya uang sangat sensitive dan harus ada pertanggungjawabannya,” ucap Rehal.
Ditambahkan Rehal mengenai anggaran yang akan dikeluarkan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak camat. Setelah semua administrasi selesai pihaknya baru akan membuka pengumuman penerimaan calon Pilkades. “Untuk panitia Pilkades Belani diketuai Nasihanawik dari pembuka masyarakat beranggotakan perangkat desa dan BPD. Panitia pemilihan dibentuk BPD,” jelas Rehal.(K-1)

Kondisi Jalan Beringin Makmur II Memprihatinkan

0 komentar
RAWAS ILIR – Beberapa titik jalan di Desa Beringin Makmur II Kecamatan Rawas Ilir, kondisinya memprihatinkan. Hal ini membuat para pengendara sulit untuk melalui jalan desa dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pantauan kontributor koran ini dilapangan, mulai dari hilir Desa Beringin Makmur II ke hulu desa kondisi jalan rata-rata mengalami kerusakan. Saat turun hujan, beberapa titik jalan yang rusak digenangi air membuat kendaraan sulit melintas. Kondisi ini selalu dikeluhkan masyarakat pengguna jalan.
Seperti halnya diungkapkan salah seorang warga Desa Beringin Makmur II berinisial LS. Ia mempertanyakan tanggungjawab pemerintah desa maupun kecamatan serta Pemkab Mura. “Jika dibandingkan dengan Desa Beringin Makmur I dan Kelurahan Bingin Teluk kondisi jalan jauh lebih baik bahkan sudah ada yang dicor beton. Sedangkan Desa Beringin Makmur II belum ada jalan yang diperbaikan sama sekali,” ungkap LS, Selasa (28/9).
Ditambahkan LS, beberapa investor yang masuk ke Desa Beringin Makmur II saat ini, tidak sesuai dengan kondisi jalan yang ada. Setidaknya kata dia, ruas jalan sudah di cor beton atau dilakukan pengaspalan. “Bila kondisi ini dibiarkan terus tanpa ada perhatian dari pemerintah, kepercayaan masyarakat akan memudar,” pungkasnya.(K-1)

Selasa, 28 September 2010

Hujan Deras, Sungai Bingin Meluap

0 komentar
RAWAS ILIR- Hujan deras yang terjadi sejak Minggu (26/9) sore hingga Senin (27/9) pagi membuat beberapa ruas jalan di Desa Beringin Makmur II Kecamatan Rawas Ilir tergenang. Genangan air mencapai 1,5 meter ini akibat meluapnya sungai Bingin yang ada di Desa Beringin Makmur pasca hujan. Akibatnya akses jalan tidak bisa dilalui dan berdampak pada roda perekonomian.
Salah seorang pedagang sayur keliling, Rosi kepada kontributor koran ini mengaku tidak dapat berjualan ke Tran Kecamatan Nibung karena jalan yang akan di lalui terenda. “Akses jalan jadi tidak dapat dilalui akibat sungai meluap. Bahkan mobil jenis apapun tidak dapat melintasi jalan yang tergenang,” ungkap Rosi.
Beruntung luapan air sungai Bingin tidak terlalu terjadi. Seluruh akses jalan yang tadinya tergenang air, Senin (27/9) siang sekitar pukul 12.00 WIB sudah dapat dilalui karena debit air berangsur-angsur mulai surut. Namun hal ini tidak membuat Rosi senang. “Tapi kalau untuk kami sudah tidak bisa lagi pergi ke Trans untuk berjualan karena sudah terlalu siang. Untuk akses jalan ini memang sering terendam,” ucapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) memiliki kebijakan untuk melakukan penimbunan badan jalan agar tidak tergenang air saat sungai meluap. “Kalau jalan sudah ditimbun masyarakat bisa menggunakan jalan tanpa adanya gangguan dan hambatan,”akunya.(K-1)

Jalan di Hulu Bingin Teluk Amblas

0 komentar
RAWAS ILIR- Air merupakan sumber kehidupan utama masyarakat, namun dapat menyebabkan kerugian dan sumber bencana bagi masyarakat. Sebagai contoh aliran sungai Rawas di hulu Desa Bingin Teluk membuat longsor dinding sungai akibat hantaman arus. Bahkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan beberapa rumah yang ada disekitar hulu Desa Bingin Teluk terpaksa dipindahkan.
Pantuan kontributor koran ini dilapangan, Senin (27/9) hampir seluruh badan jalan jatuh ke sungai. Bahkan sebagian bangunan SD Negeri 2 Bingin Teluk yang ada disekitar lokasi mulai amblas ke sungai, belum lagi rumah warga.
Menurut pengakuan beberapa warga, kondisi ini sudah pernah dilaporkan kemudian dibangun beronjong. Namun ironisnya pembengunan beronjong terkesan asal-asalan sehingga tidak dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.
Upaya lain yang dilalakukan masyarakat yakni membuat jalur sungai lain. Akan tetapi tindakan ini sepertinya tidak dapat mengatasi permasalahan karna pembuatan sungai dan terusan ini tidak sesuai dan tidak tepat. “Kalau hal seperti ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan semuanya akan amblas ke sungai Rawas. Jadi harapan saya mari bersama-sama baik masyarakat maupun pemerintahan kita harus memikirkan hal ini, sebelum terlalu banyak korban,” ucap Hendri salah seorang warga Bingin Teluk.(K-1)

Kamis, 23 September 2010

PT Seleraya Penuhi Tuntutan Pemkab Mura

0 komentar
MUSI RAWAS- Setelah memalui beberapa kali pertemuan, tuntutan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) terhadap PT Seleraya Meragin II akhirnya dipenuhi. Dalam pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Mura, H Sulaiman Kohar, Rabu (22/9), pihak PT Seleraya sepakat akan memperbaiki jalan yang rusak di Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir hingga Desa Jene Kecamatan BTS ULu. Kesepakatan kerjasama ini dilakukan menyusul adanya pelarangan operasional pengangkutan minyak melalui jalan darat oleh Pemkab Musirawas terhadap PT Seleraya dari lokasi pengeboran di Desa Belani Kecamatan Rawasilir ke wilayah Jene Kecamatan BTS Ulu sepanjang 130 km.
Kendati telah sepakat memperbaiki jalan, namun pelarangan pengangkutan minyak melalui jalan kabupaten oleh PT Seleraya hingga kemarin masih tetap diberlakukan. Pelarangan melintas akan dicabut setelah hasil kesepakatan ditandatangani bupati dan pihak Seleraya.
“Alhamdulillah, hasil rapat dai (kemarin,red) pihak PT Selaraya sepakat memenuhi tuntutan Pemkab Mura,”ucap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Musirawas, Ari Narsa, didampingi Kabag Humas Kgs Effendi Feri kepada wartawan koran ini, Rabu (22/9).
Kesepakatan kerjasama antara PT Seleraya dengan Pemkab Mura antara lain, pihak PT Seleraya menyanggupi dan bersedia untuk melakukan perbaikan dan peningkatan jalan kabupaten yang rusak akibat kendaraan pengangkut minyak PT Seleraya. Selain itu, pihak perusahaan juga sanggup untuk memberikan kontibusi kepada Pemkab Mura yang akan membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Besarannya disesuaikan dengan hasil angkutan minyak mentah dalam satu bulan dari Belani ke Jene. “Berdasarkan perkiraan sekitar 6.000 barel, atau setara Rp 1,25 miliar per bulan masukkan PAD. Ini merupakan sumbangan pihak ktiga yang tidak mengikat disetor melalui Bank SumselBabel ke rekening daerah,” terangnya.(03)

Dua Tahun Ruko Belum Dimanfaatkan

0 komentar
RAWAS ILIR- Rumah Toko (Ruko) di pasar Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang dibangun sejak 2008 lalu, hingga saat ini belum dimanfaatkan. Padahal didepan Ruko yang dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Mura ini, sebagai pusat pasar tradisional setiap Jumatnya.
“Jika Ruko ini dimanfaatkan, disekitarnya bisa menjadi pusat pasar,” ungkap Andri salah seorang warga Kecamatan Rawas Ilir, Rabu (22/9).
Selain itu dikatakannya, pasar tradisianal yang ada di depan Ruko saat ini juga masih dalam permasalahan. Sebab satatus kepemilikan tanah masi belm jelas.
Salah seorang warga Kecamatan Rawas Ilir, berinisial Irl kepada kontributor koran ini mengeluhkan kondisi pasar yang ada saat ini. Sebab jika musim hujan, seluruh areal pasar seperti kubangan. “Jadi untuk keliling pasar, pembeli sangat susah, karena perawatannya kurang bagus,”keluhnya.
Selain itu ia menyarankan pihak pengelolah dapat memperbaiki kondisi pasar yang ada saat ini dengan melakukan pengerasan. “Jangan hanya retribusinya saja yang diambil, pelayanan dan perbaikan lokasi harus juga dipikirkan. Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi pasar yang ada saat ini,” harapnya.(K-1)

Rabu, 22 September 2010

Kondisi Alun-alun Memprihatinkan

0 komentar
RAWAS ILIR- Kondisi alun-alun di Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas (Mura) sangat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan kontributor Koran ini dilapangan, disekitar alun-alun terlihat rumput yang mulai panjang karena tidak terawar, serta kondisi pagar pipa sudah berkarat. Bahkan tanapam yang ada di sekitar alun-alun mulai tidak terawat, ditambah lampu jalan yang selalu padam. Kondisi ini sangat disayangkan beberapa pihak karena pembangunan alun-alun yang menelan dana besar terkesan sia-sia.
Ketua Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FKBPD) Kecamatan Rawas Ilir,Firdaus, mengatakan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pembanguann, ia telah melaporkan dugaan penyelewengan pembangunan alun-alun ke Polda Sumsel. Menurutnya pembangunan alun-alun diduga tidak sesuai dengan yang dianggarkan.”Tapi untuk saat sekarang laporannya masih dalam proses pemeriksaan dan pengecekan,”akunya.
Ditambahkan Firdaus, kedepan jika seluruh data yang dibutuhkan aparat penegak hukum lengkap proses hukum akan dilanjutkan. “Siapaun yang terlibat harus bertanggung jawab,”tegasnya.(K-1)