Rabu, 30 Juni 2010

Eks Kantor Camat Dijadikan Tempat Tinggal Warga

0 komentar
RAWAS ILIR- Sebagaian besar eks kantor pemerintahan di Kecamatan Rawas Ilir beralih fungsi, karena dijadikan sebagai tempat tinggal warga. Belum diketahui secara pasti, apakah penempatan aset daerah itu mendapat izin dari pihak berwenang atau tidak.

Aset tidak bergerak yang dimanfaat warga sebagai tempat tinggal itu, adalah eks Kantor Camat Rawas Ilir, Eks Markas Koramil Rawas Ilir, eks Puskesmas. Semua aset tidak bergerak Kecamatan Rawas Ilir ini terdapat Desa Beringi Makmur I. 

Tiga aset itu tidak difungsikan lagi untuk kegiatan pemerintahan, karena pusat pemerintahan Kecamatan Rawas Ilir pindah ke Desa Beringin Makmur II. Dibangunnya kantor Camat Rawas Ilir beserta kantor lainnya di Desa Beringin Makmur II, karena kantor Camat, Koramil dan Puskesmas di Desa Beringin Makmur I, sering terendam banjir, sehinggga mengganggu aktivitas para para pegawai.

Sebelum dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat tinggal, bangunan itu terbengkalai dan menjadi tempat tidur hewan ternak, seperti kambing dan sapi. Sebagian warga yang menempati bangunan itu, adalah warga yang kurang mampu, yang selama ini tinggal di kebun, karena tidak punya tempat tinggal.

Warga yang menempati aset kecamatan itu berharap, mereka tetap diizinkan untuk tinggal di situ. Kalaupun nantinya pemerintah akan memanfaatkan kembali gedung ini, mereka minta diberitahu terlebih dahulu, jangan dadakan. “Dengan diberitahu dari jauh-jauh hari, kami bisa mencari tempat tinggal lain. Dan kami berharap pemerintah dapat membantu masyarakat kurang mampu, dengan cara adanya program rumah sederhana dengan cicilan ringan. Jadi bagi kami kurang mampu ini bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak,” harap Arpi, salah seorang yang menempati aset kecamatan Rawas Ilir.(K-1)

FKBPD Mengajak Masyarakat Bekerjasama

0 komentar
 
RAWAS ILIR- Ketua Forum Komunikasi badan permusyaratan desa (FKBPD) Firdaus, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam seluruh bidang, demi tercapanya kesejahteraan masyarakat. Kerja sama yang perlu dibangun itu dalam rangka mensukseskan program perintah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat secara menyeluruh.

“Selama ini banyak sekali program pemerintah yang diperuntukan bagi kepentingan masyarakat, tetapi pelaksanaannya di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Karena banyak sekali penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan program itu, yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu. Hal itu sangat merugikan masyarakat,”kata Firdaus, kepada kontributor koran ini, Selasa(29/6). 

Untuk itu dihimbau kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan, mulai dari pengawasan pelaksanaan pembaunan sampai dengan menjaga pembangunan yang ada. “Kita berharap Pemkab Mura dalam menyusun program pembangunan, dapat melihat kebutuhan masyarakat, seperti jalan, listrik dan modal usaha. Ini merupakan salah satu upaya peningkatan perekonomian masyarakat,”jelasnya.(K-1)

Proyek Pengaspalan Jalinteng Nibung Dimulai

1 komentar
 
Nibung- Proyek pengaspalan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) di Kecamatan Nibung menggunakan dana APBD Provinsi Sumatera Selatan mulai dilaksanakan. Pengaspalan jalan dimulai dari rompok Sungai Lanang melanjutkan jalan aspal yang ada di Simpang Kecamatan Nibung.

Rosi, salah seorang sopir truk yang sering melintas di jalan tersebut mengatakan, menurut rencana seluruh jalan lintas tengah akan dilakukan pengaspalan hingga simpang Desa Tebing Tinggi. Saat ini proyek pengaspalan baru dilaksanakan mulai dari Rompok Sungai Lanang hingga ke Simpang SP 5. Sedangkan dari Simpang Desa Tebing Tinggi saat ini baru dilakukan pengerasan dan pelebaran jalan mengarah camp 27, yang nanti akan tembus ke Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba) dan Provinsi jambi. 

Dikatakan Rosi, jika akses jalan tersebut selesai dibangun secara otomatis akan Kecamatan Nibung akan lebih cepat berkembang. ”Baik transporasi dan perekonomian akan mengalami perkembangan lebih maju. Apa lagi untuk saat sekarang proyek pertambangan di Sipang KK dan Sungai Malam sudah mulai dibuka oleh PT Triaryani,”ucapnya seraya berharap pemerintah dapat terus memperhatikan jalan-jalan yang masih sulit dilalui.(K-1)

Selasa, 29 Juni 2010

Mandi Angin Titik Nol Cor Beton

0 komentar
 
KARANGDAPO - Pembangunan jalan cor beton yang menghubungkan Desa Biaro ke Desa Mandi Angin Kecamatan Karangdapo mulai dilaksanakan. Proyek tersebut menelan dana Rp 11 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Mura 2010.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Mandi Angin, Holidin menjelaskan titik nol pembangunan jalan ini mulai dari Desa Mandi Angin. Kontruksi jalan sebelum dilakukan pengecoran akan dipasang rangka besi. “Jalan tersebut nantinya akan menyambungkan hilir Desa Biaro Baru ke Simpang Liam,”kata Holidin kepada kontributor koran ini melalui Hpnya, Senin (28/6). 

Dijelaskan Holidin, jika pembangunan jalan telah usai akan membuat masyarakat merasa terbantu. Karena dengan kondisi jalan yang bagus seluruh kegiatan masyarakat khususnya dibidang perekonomian akan berjalan lancar tanpa ada hambatan.(K-1)

Mitan Masih Sangat Diperlukan

0 komentar
 
RAWAS ILIR- Sejak dihilangkannya minyak tanah (Mitan) bersubsidi oleh pemerintah pusat, kian hari keberadaannya kian langka. Padahal, saat ini masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura), khususnya di Kecamatan Rawas Ilir masih sangat membutuhkan Mitan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diungkapkan Kapi, salah seorang warga Desa Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir kepada kontributor koran ini, Senin (28/6)

“Semenjak subsidi Mitan dihilangkan masyarakat khususnya di Ibukota Kecamatan Rawas Ilir sangat sulit untuk mendapatkannya. Sedangkan Mitan masih banyak dibutuhkan masyarakat baik untuk memasak maupun untuk lampu penerangan. Apalagi sekarang sering terjadi pemadaman aliran listrik dari PLN,” kata Kapi seraya meminta Pemerintah Kabupaten Mura memperhatikan keluhan rakyat. 

Diceritakan Kapi, kebijakan pemerintah mencabut subsidi Mitan dimanfaatkan oleh oknum aparat yang tidak bertanggungjawab. Modusnya oknum aparat tersebut meminta jatah preman kepada setiap mobil yang membawa Mitan ke desa terpencil. Hal ini menurutnya sangat dikeluhkan pedagang Mitan, sebab hampir setiap kali menjual Mitan ke desa terpencil mengalami kerugian. “Kami berharap pemerintah dan Kapolres Mura supaya menertibkan oknum anggota yang dijalan selalu meminta jatah preman kepada mobil yang membawa Mitan,” imbuhnya.

Ditambahkan Kapi, atas kondisi ini masyarakat berharap penuh kepada pemerintah untuk memperhatikan hal-hal yang sangat prinsif. Sebab kata dia, Mitan merupakan urat nadi kebutuhan masyarakat yang sangat pentingm, karena tanpa Mitan aktivitas masyarakat akan mengalami hambatan.(K-1)

Jumat, 25 Juni 2010

Pagar Jembatan Penyeberangan Hilang Dicuri

0 komentar

RAWAS ILIR- Sedikitnya tiga batang pagar pembatas jembatan penyebrangan yang ada ibukota Kecamatan Rawas Ilir hilang dicuri. Peristiwa pencurian tersebut diketahui Kamis (24/6) belum diketahui pelakunya. 

Salah seorang anggota BPD Beringin Makmur II, Sirin ketika dikonfirmasi kontributor koran ini membenarkan adanya peristiwa pencurian tiga batang pagar pembatas jembatan tersebut. Diakui Sirin, ia sangat menyayangkan perbuatan pelaku karena dikhawatirkan akan membahayakan para pengguna jembatan. “Kita patut bersyukur mempunyai jembatan yang dapat membantu akses penyeberangan. Seharusnya kita dapat bersama-sama menjaga dan melestarikan jembatan tersebut,”kata Sirin. 

Sejak adanya jembatan tersebut menurut Sirin, banyak keuntungan yang didapat, salah satunya dalam hal memenuhi keperluan masyarakat. Untuk menyebrangi sungai saat ini, masyarakat tidak memerlukan lagi kendaran air lagi (perahu atau ketek). Selain itu dengan adanya jembatan telah membuka akses jalan penghubung antara desa. Terlebih jika ada jalan desa yang ada di seberang sungai akan lebih cepat diperbaiki. “”Lancarnya transportasi darat dapat membantu meningkatnya perekonomian rakyat karena banyak mobil kanpas barang masuk ke desa yang ada di seberang sungai. Dengan demikian harga barang akan semakin murah,”jelasnya. 

Selanjutnya Sirin berharap kedepan seluruh masyarakat Kecamatan Rawas Ilir dapat menjaga kermanan dan melestarikan aset negara demi kepentingan bersama. Karena untuk mendapatkan fasilitas jembatan tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan. “Sebab kita tahu perencanaan jembatan ini sudah ada dari zaman nenek moyang kita, tapi baru sekarang terealisasi,” imbuhnya.(K-1)

Ratusan Hektar Sawah Belum Dimanfaatkan Maksimal

0 komentar
RAWAS ILIR- Ratusan hektar sawah di Kecamatan Rawas Ilir, belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini disebabkan tidak adanya saluran irigasi untuk mengairi areal persawahan. 

Andre salah seorang warga Desa Beringin Makmur I kepada wartawan koran ini mengatakan, selain tidak adanya saluran irigasi, kurang maksimalnya penggarapan sawah diakibatkan jarangnya tenaga penyuluh dari KUPT Dinas Pertanian turun ke lapangan. 

“Sampai sekarang belum ada tenaga penyuluh yang turun mensosialisasikan masalah cara bertani yang baik kepada masyarakt. Semestinya aparat terkait lebih pro aktif melakukan sosialisasi memberikan ilmu kepada petani tentang bagaimana cara mengelolah sawah dengan baik melalui kelompok tani,”jelasnya. 

Selain itu Andre sangat menyayangkan jika sawah di Desa Beringin Makmur I dan Kelurahan Bingin Teluk tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Karena sawah-sawah tersebut dapat meningkatkan perekonomian rakyat dan mengurangi angka pengangguran. “Lagi pula sawah ini lokasinya berada di tepi jalan poros. Kalau sawah ini sudah menghasilkan harga beras bisa lebih murah, pendapatan masyarakat bisa bertambah. Harapan kami kedepan Pemrintah harus lebih memperhatikan fasilitas penunjang pertanian demi kemakmuran masyarakat,”imbuhnya.(K-1)