Selasa, 09 Maret 2010

Di Karangdapo Telah Berdiri FKPPM

0 komentar
KARANGDAPO- Di Kecamatan Karangdapo, kini telah terbentuk sebuah organisasi baru yang diberi nama Forum Komunikasi Peduli dan Pemberdayaan Masyarakat (FKPPM). Menurut sekretaris FKPPM, A Rahman Somad, organisasi ini dibentuk atas dasar kepedulian terhadap keadaan yang ada dilingkungan Kecamatan Karangdapo, dimana mereka melihat daerah tersebut sangat jauh tertinggal baik dari segi pembangunan fisik maupun mental serta semakin menipisnya penghargaan terhadap adapt istiadat yang diwariskan oleh para leluhur.
Melihat keadaan itu, mereka berniat untuk memupuk kembali rasa kebersamaan, kepedulian dengan menjaga adapt istiadat serta menjalin silaturrahim antara sesame warga yang ada di wilayah Kecamatan Karangdapo maupun warga keturunan di seluruh pelosok tanah air.
Lebih lanjut Rahman mengatakan untuk mencari akar permasalahan yang menyebabkan desa-desa di Kecamatan Karangdapo masih jauh tertinggal dengan daerah lain mereka secara intensif mengadakan pertemuan-pertemuan. Dari pertemuan itu berhasil disimpulkan beberapa hal diantaranya masih kurangnya penghargaan terhadap adat istiadat, tingkat perekonomian masih labil, dan tingkat pendidikan masyarakat belum memadai.
Kemudian, kurangnya kepedulian bagi para perantau terhadap perkembangan daerah asal, sifat-sifat egoisme dan antivatif, tidak adanya komunikasi yang baik antara ulama dan umarah. Ironisnya lagi sambung dia, belum adanya wadah atau lembaga kemasyarakatan serta mulai hilangnya para tokoh adat atau orang yang dihargai atau disegani.
Dijelaskannya, adat istiadat suatu daerah hendaknya harus dipelihara dengan baik, karena itu merupakan faktor penghubung (komunikasi) yang selaras antara satu desa dengan desa lain, anak dengan orang tua, pemerintah dengan rakyat, ulama, umaroh dan masyarakat. Tingkat perekonomian masyarakat tentunya juga turut menghambat berkembangnya suatu daerah bila terutama bila masyarakatnya miskin dan bodoh.
Coba bayangkan, rata-rata setiap kepala keluarga memiliki lahan pertanian 5-6 hektar, tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja tidak cukup, belum lagi untuk membiayai anak-anak sekolah. “Namun apabila mereka mengelola lahan itu dengan teknologi dan ilmu pertanian yang baik, dipastikan mereka akan hidup sejahtera,” tuturnya. Faktor pendidikan, kata Rahman, tidak kalah pentingnya dengan faktor ekonomi, bahkan faktor pendidikan jauh lebih penting untuk menunjang dan menentukan majunya suatu daerah.(03)

Suka Karya Bersyukur Jadi Kecamatan Definitif

0 komentar

foto : istimewa
PENGAJIAN : Warga yang menghadiri acara pengajian akbar Ahad Wage sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Pembangunan Juga Merata
SUKA KARYA- Bertempat di Masjid Muhajirin, Desa Bangun Rejo Kecamatan Suka Karya, Minggu (7/3) berlangsung acara pengajian akbar Ahad Wage sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1431 H.
Tak tanggung-tanggung, panitia menghadirkan penceramah kondang dari Kota Lubuklinggau, Ust Inayatullah, Camat Suka Karya, Tarmizi, tokoh masyarakat, pemuka agama serta tamu undangan lainnya.
Camat, Tarmizi, dalam arahannya mengatakan Kecamatan Suka Karya harus bersyukur kepada Allah SWT karena dalam lima tahun terakhir, tepatnya sejak 2006 telah berdiri sendiri secara definitif terpisah dari Kecamatan Jayaloka.
“Dengan status tersebut, bagi warga Suka Karya yang ingin mengurus KTP, KK maupun hal-hal lain tidak perlu lagi ke Kecamatan Jayaloka, cukup di Suka Karya. Ini berarti, rentang kendali pelayanan kepada masyarakat semakin membaik, cepat dan singkat,” tuturnya.
Kedua lanjut camat, Kecamatan Suka Karya juga patut bersyukur karena dibawah kepemimpinan H Ridwan Mukti, sebagai Bupati Musi Rawas, pembangunan cukup merata. Dibidang pendidikan misalnya, di Kecamatan Suka Karya sudah ada SMP dan SMA negeri, sehingga orang tua atau wali murid tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk menyekolahkan anaknya di luar daerah.
Ketiga, masalah jaringan listik. “Alhamdulillah, di Kecamatan Suka Karya sudah terpasang lampu jalan dimana keberadaannya sangat membantu masyarakat. Untuk itu, saya secara pribadi maupun atas nama pemerintah mengajak semua pihak mari sama-sama memelihara aset tersebut,” imbuhnya serata menambahkan semua itu tak lepas atas perjuangan dan kebaikan Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti.
Sementara itu, dalam tausiyah maulidnya, Ust Inayatullah, menceritakan kilas balik tentang kelahiran Rasulullah SAW. “Kita sebagai ummatnya patut berbangga hati karena memiliki seorang figur yang bisa dijadikan turi tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Intinya melalui momentum maulid nabi ini, saya mengajak mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pengajian Akbar Ahad Wage sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukakarya, H Imam Fadilah, dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung Program Musi Rawas Darussalam, sebagaimana dicanangkan Bupati, Ridwan Mukti.
“Program ini sangat bagus dan cocok dengan karakteristik masyarakat Kecamatan Sukakarya. Apalagi disini setiap bulan selalu ada pengajian termasuk pengajian Ahad Wage,” ucapnya.(03)

Belum Ada Perkembangan Soal Tapal Batas

0 komentar

NIBUNG- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Musi Rawas, Alamsyah A Manan mengaku sampai saat ini, pihaknya belum menerima laporan mengenai perkembangan pembahasan masalah tapal batas antara Kabupaten Musi Rawas dengan Kabupaten Sarolangun.
“Untuk lebih detailnya apa keputusan akhir mengenai masalah tapal batas ini kami belum tahu. Yang penting, situasi di daerah perbatasan aman dan kondusif,” ujarnya kemarin.
Masih menurut legislator dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS) itu, Komisi I siap menampung aspirasi warga di perbatasan jika memang ada persoalan yang harus diselesaikan.
Sebagaimana diketahui masyarakat Simpang Nibung, Kecamatan Nibung, mendesak penyelesaian sengketa tapal batas diperbatasan antara Provinsi Sumsel dan Jambi. Pasalnya, saat ini masing-masing daerah mengklaim wilayah itu masuk ke daerah mereka.
“Sebenarnya kami tidak begitu mempersoalkan masuk wilayah mana, namun hendaknya kami sebagai warga Simpang Nibung tahu status wilayah kami,” kata Mn, salah seorang warga Simpang Nibung, kepada wartawan, belum lama ini.
Mn yang minta identitasnya tak ditulis lengkap meneruskan, warga di sana sekarang bingung. Karena belakangan ada sebagian warga memilih berurusan di Desa Sungai Jauh yang masuk Kabupaten Musi Rawas, namun sebagian lain berurusan di Desa Simpang Nibung, Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Untuk diketahui, sejak Mei 2007, penyelesaian sengketa batas wilayah antara Kabupaten Musi Rawas dengan Kabupaten Sarolangun, Jambi, membuat pemerintah pusat cq Mendagri turun tangan dalam penyelesaian sengketa batas wilayah tersebut sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004, pasal 198 ayat 2.
Sengketa batas wilayah di Desa Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu sudah beberapa kali diupayakan penyelesaiannya oleh kedua belah pihak, namun selalu menemui jalan buntu. Dimana masing-masing pihak tetap mempertahankan argumentasi masing-masing dan mengklaim wilayah itu milik mereka. Namun, hingga saat ini penyelesaian sengketa perbatasan wilayah tidak kunjung selesai.
Mn mewakili warga minta ada penyelesaian masalah sengketa tapal batas agar ada kejelasan bagi anak cucu warga Simpang Nibung dikemudian hari.(03)

Senin, 08 Maret 2010

Perekonomian Warga Rawas Terganggu

1 komentar

foto : reihan/linggau pos
Husni Mubarack


Akibat Jalan Rusak
MUSI RAWAS- Kondisi ruas jalan utama yang menghubungkan wilayah Kecamatan Muara Rupit-Rawas Ilir, sangat memprihatinkan. Demikian diungkap pemuda pemerhati sosial, Husni Mubarack, Minggu (7/3).
Pria yang menetap di Kecamatan Rawas Ilir ini mengaku sangat kecewa kepada pemerintah daerah, baik Pemkab Musi Rawas (Mura) maupun Pemprov Sumsel. Pasalnya kedua pemerintahan tersebut lamban memperhatikan kebutuhan infrastruktur jalan, terutama di wilayah Kecamatan Muara Rupit-Rawas Ilir.
Menurut Barack, demikian lelaki ini biasa disapa, kondisi jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Muara Rupit-Rawas Ilir sangat memprihatinkan dan tidak layak lagi jika hanya sebatas pengerasan. Apalagi pasca musim banjir seperti sekarang, badan jalan banyak berlobang besar, licin, sebagian berlumpur, pada tempat-tempat tertentu keras dan cadas.
“Padahal secara umum kecamatan tersebut termasuk daerah tua dibandingkan daerah lainnya dalam wilayah Pemkab Mura. Tidak saja sekedar tua tetapi telah berkontribusi nyata, baik kepada Mura maupun Sumsel,” beber Barack.
Seharusnya Pemda benar-benar bijak dan menentukan prioritas dalam mengalokasikan anggaran pembangunan, pinta Barack. Jangan sampai terjadi elemen masyarakat yang telah lama menyumbangkan segala sumberdayanya kepada daerah ini, justeru terbelakang. Sementara ada kecamatan yang baru saja dimekarkan memiliki akses dan infrastruktur lebih daripada memadai.
“Tanpa bermaksud sesumbar fakta sejarah telah membuktikan bahwa salah satu putra Rawas pernah mengabdi sebagai bupati Mura. Bahkan ada pula yang tercatat sebagai mantan ketua DPRGR Sumsel. Artinya sangat pantas bila Pemda Mura maupun Pemprov Sumsel mengapresiasi secara khusus fasilitas umum seperti jalan poros di wilayah Muratara,”desaknya.
Dijelaskan Barack, akibat sarana jalan yang tidak memadai itu menimbulkan berbagai ekses. Seperti menyebabkan ekonomi biaya tinggi sebagai akibat dari tidak efisiennya sarana transportasi. Jika harga kebutuhan pokok menjadi mahal dan susah didapatkan sudah pasti menimbulkan dampak lebih luas lagi.
“Bisa dampak sosial, ekonomi, hukum bahkan politik. Misalnya rawan tindak kriminal pencurian, perampokan. Masyarakat menjadi apatis terhadap segala bentuk program pemerintah,” tandas Barack.(12)

HUT Ke-10 Viar Semakin Eksis dan Inovatif

0 komentar

foto : reihan/linggau pos
fose bersama : Kepala cabang PT Kencana Laju Mandiri (KLM) Lubuklinggau, M Yusuf(berdiri ketiga dari kiri belakang), fose bersama staf dan karyawan PT KLM Lubuklinggau.


Varian : Sport, Roda Tiga, Bebek dan Matic
LUBUKLINGGAU- Memasuki satu dasawarsa atau sepuluh tahun usia motor Viar eksis di Indonesia, semakin menunjukkan peran vitalnya dalam kancah pasar motor. Terbukti selain jumlah produksi setiap tahun mengalami peningkatan, varian produk pun tidak kalah dengan motor produksi Jepang.
Demikian inti uraian pidato yang disampaikan Direktur Utama PT Triangle Motorindo (TM), Ign Kartiman, 27 Februari 2010 lalu, di Semarang. Sebagaimana diketahui PT TM merupakan principal sekaligus ATPM motor merk VIAR. Secara nasional acara HUT 10 tahun Viar berlangsung di Kawasaki industri BSB (pabrik baru Viar) Semarang.
Acara yang dihadiri owner PT TM dan KLM, Akwila Natanael, ketua KADIN Jawa Tengah, Solich Edi, pejabat setempat (lurah, camat, kepolisian, koramil), karyawan PT TM, perwakilan leasing Adira Finance, vendor/supplier, pengelola kawasan industri BSB serta dealer-dealer motor Viar se- Jawa Tengah, berlangsung meriah.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan sajian musik tradisional (gamelan), undian berhadiah dipersembahkan untuk semua karyawan dan tamu undangan yang hadir, hingga kegiatan pemeriksaan medis gratis. Dalam kesempatan tersebut panitia pelaksana menyediakan aneka hadiah, antara lain 1 (satu) unit motor Viar, televisi, handphone, kipas angin, serta hadiah hiburan berupa barang elektronik lainnya.
Lantas bagaimana eksistensi motor Viar di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya saat ini? Menurut Kepala cabang PT Kencana Laju Mandiri (KLM) Lubuklinggau, M Yusuf, Sabtu (6/3), motor Viar mendapat sambutan positif di wilayah kerjanya. Perlu diketahui PT KLM merupakan dealer resmi motor Viar. PT KLM cabang Lubuklinggau memiliki wilayah kerja, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan sebagian di wilayah Kota Curup Provinsi Bengkulu dan sekitarnya.
“PT KLM Cabang Lubuklinggau sukses menjual motor Viar hingga memiliki market share peringkat ke tiga. Artinya dari tiga merek motor terkenal buatan Jepang yang dipasarkan di kota ini, salah satunya berada dibawah peringkat pasaran motor Viar. Data terakhir angka penjualan motor Viar, 175 unit setiap bulan,” ungkap M Yusuf.
Ketatnya persaingan perebutan pasar motor di Bumi Sebiduk Semare, mendorong manajemen PT KLM cabang Lubuklinggau melakukan berbagai terobosan dan inovasi pelayanan. Salah satunya memperbanyak jaringan outlet/dealer motor Viar, yang berfungsi sebagai penjual, service maupun penyediaan suku cadang (spare part). “Penambahan outlet atau dealer motor Viar terutama di daerah yang memiliki pertumbuhan dan potensi ekonomi bagus, tetapi cukup jauh dari pusat kota. Guna mendekatkan pelayanan ke konsumen maka kami dirikan unit dealer baru,” imbuhnya.
Hingga sekarang PT KLM Cabang Lubuklinggau membawahi cukup banyak dealer, antara lain, Timbul Motor Tugumulyo, Purwodadi Motor, Jaya Motor Megang Sakti, Tio Motor Megang Sakti, Permata Motor Curup, Hikmah Motor Banpres, Suwarno Motor Sukakarya, Adi Motor Muara Kelingi dan Podo Moro Motor Muara Lakitan.
Satu dasawarsa (10 tahun) usia kehadiran motor Viar khususnya di Kota Lubuklinggau, Mura dan sekitarnya, telah secara nyata berkontribusi dalam meningkatkan mobilitas kegiatan perekonomian masyarakat. “Belakangan konsumen membeli motor tidak lagi karena faktor prestise dan gengsi karena motor tidak termasuk barang mewah. Melainkan sudah menjadi kebutuhan sarana transportasi terutama dalam menjalankan kegiatan ekonomi,” tutur M Yusuf.
Sepuluh tahun berkiprah dalam menyediakan motor Viar, telah memahami kebutuhan konsumen dengan menyediakan aneka varian pilihan. Secara klasifikasi PT TM membagikan Viar dalam tiga kategori, motor sport, bebek dan roda tiga. Namun terakhir telah menambah varian motor matic, untuk peredarannya sedang dalam tahap menyelesaikan izin administrasi dari kementerian perdagangan dan industri.
Soal harga motor viar terbilang miring, sebut saja motor sport type Maxi-P dibanrol Rp13.150.000, sedangkan seri terbaru motor sport type Vix R, hanya Rp 15 juta (OTR). Motor roda tiga, type Karya Rp 17.500.000. Sementara motor jenis bebek, Star Z Rp8,2 juta, New Star X 125 Rp 8,5 juta dan Star CX Rp8,9 juta. “Setiap pembelian tunai motor viar akan mendapat cash back, Rp 300 ribu untuk type bebek, Rp500 ribu untuk type sport dan roda tiga,” pungkas M Yusuf.
Informasi bagi Anda yang berminat membeli motor Viar, dapat menghubungi dealer resmi PT KLM, di Jalan Yos Sudarso nomor 102 Kelurahan Taba Koji (dekat simpang cereme), Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau.(12)

Odiva Linggau Launching Promo Spesial Pelajar-Mahasiswa

0 komentar

foto : reihan/linggau pos
Rudy Kurniawan, SPv Odiva Cabang Lubuklinggau


LUBUKLINGGAU- Informasi menarik buat Anda berstatus pelajar dan mahasiswa yang punya hobi menikmati film. Odiva rental VCD-DVD original pertama di Kota Lubuklinggau, memberikan kesempatan melalui program promo, special gift for student. Demikian diungkapkan Rudy Kurniawan, SPv Odiva cabang Lubuklinggau, Minggu (7/3).
Menurut Rudy, demikian pria ini biasa disapa, program special gift for student, sebuah terobosan baru Odiva dalam memberikan kemudahan bagi pelajar dan mahasiswa untuk menikmati film koleksi terbaru dan original. Dimana dengan registrasi Rp10 ribu bisa melakukan sewa cash tanpa harus menjadi anggota member. “ Program ini berhadiah satu buah sarung HP Odiva,” imbuhnya.
Tidak saja itu, Odiva juga meluncurkan promo Early Point, yaitu setiap pengembalian film lebih cepat, maka akan mendapatkan discount Rp500 per judul, untuk digunakan sewa pada hari itu juga (saat mengembalikan). Tersedia VCD x-rental, hanya Rp10 ribu per judul. Sewa VCD hot item hanya Rp3000, VCD collection hanya Rp2500. “Buat Anda maniak internet terutama facebook, bisa akses langsung ke OdivaLubuklinggau@rocketmail.Com,” beber Rudy.
Ditambahkan Rudy, Odiva Lubuklinggau juga memiliki program cashback khusus untuk pelajar dan mahasiswa. Setiap pemakai pulsa Rp50 ribu dalam 2 pekan, maka gratis 1 VCD x-rental. Dan bagi pemakai pulsa Rp 100 ribu dalam 1 bulan, gratis 2 VCD x-rental. Isi ulang pulsa Rp60 ribu, gratis 1 VCD x-rental. Sedangkan untuk setiap isi ulang Rp30 ribu, dapatkan cuma-cuma 1 VCD Indonesia atau Mandarin.
Selain promo lokal tersebut, Odiva cabang Lubuklinggau juga punya program nasional. Seperti promo Sharp, yaitu setiap isi pulsa Odiva Rp100 ribu maka berhak mengikuti undian berhadiah DVD player Sharp. Demikian halnya berhak pula ikut undian berhadiah 1 buah Honda Blade.
Dapatkan segera film-film unggulan bulan Maret di Odiva Lubuklinggau. Seperti, 2012, Final Destination 4, Surrogates, XXL dan sebagainya. Guna mendapatkan keterangan lengkap segera datang ke Jalan Yos Sudarso, nomor 222, Kelurahan Talang Jawa Kanan, Kota Lubuklinggau. Atau hubungi (Aris) pada nomor telepon 0733-322412. Buka setiap hari, pukul 09.00 WIB hingga 21.30 WIB.(12)

Hari Ini, Pleno Penetapan KPAID

0 komentar
MUSI RAWAS- Hari ini, (8/3) Komisi I DPRD Kabupaten Musi Rawas akan menetapkan nama-nama delapan orang calon anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Musi Rawas untuk diajukan ke Bupati, Ridwan Mukti.
Delapan nama tersebut merupakan hasil uji kelayakan di hadapan Komisi I, Selasa (2/3) lalu. Ketua Komisi I, Alamsyah A Manan saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mendapatkan delapan orang calon KPAID untuk diajukan ke eksekutif.
“Senin (8/3), kami akan menggelar rapat pleno mengenai penetapan delapan nama calon anggota KPAID tersebut. Setelah diplenokan, hasilnya akan diserahkan kepada eksekutif untuk dipilih tujuh orang,” jelasnya Sabtu (6/3).
Dalam kesempatan tersebut, legislator dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS) ini kembali menegaskan bahwa pihaknya tak akan main mata dengan para calon untuk bisa masuk delapan besar.
“Masalah perlindungan anak menjadi fokus perhatian bagi pengurus KPAID kedepan. Yang jelas, rekomendasi dewan ke bupati adalah orang-orang pilihan, bukan calon-calon karbitan,” tutupnya.(03)