Kamis, 14 Oktober 2010

Proyek PNPM Diduga Dikerjakan Asal-asalan

0 komentar
KARANG JAYA- Pembangunan fasilitas umum menggunakan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri senilai Rp 2 Miliar tahun 2008 di Kecamatan Karang Jaya diduga asal-asalan tidak sesuai rencana. Proyek tersebut diantaranya pembangunan bak penampungan air dan jalan setapak. Demikian dikatakan Ketua Silampari Corruption Watch (SCW) Karang Jaya, Sandi didampingi Ketua SCW, Muara Rupit Mahendra, saat mendatangi Gedung Graha Pena Linggau, Jum’at (8/9).
Dijelaskan Sandi, proyek yang diduga bermasalah itu berada di tujuh desa di Kecamatan Karang Jaya. Untuk bangunan fisik ditentukan melalui sistem ranking. Salah satunya pembangunan jalan setapak di Desa Desa Sukamenang menghabiskan dana 140 juta. “Jalan tersebut sekarang tidak dapat dilalui lagi, padahal di kerjakan baru satu tahun,” kata Sandi.
Selanjutnya pembangunan Bak Penampungan di Desa Bukit Ulu pada 2008 lalu. Baru satu tahun selesai dibangun, bak sudah terbengkalai dan tidak bisa lagi digunakan. “Kemudian pengadaan kursi dan meja di salah satu Madrasyah tidak memenuhi standar. Bahannya diduga menggunakan kayu rancuk sehingga cepat rusak,” ungkap Sandi.
Menurut Sandi proyek PNPM Mandiri 2008 di Kecamatan Karang Jaya dilaksanakan tidak sesuai dengan anggaran yang disiapkan. Bahkan untuk 2010, akan kembali menerima dana PNPM Mandiri senilai Rp 3 Miliar. “Harapan kami kedepan agar dapat dikerjakan sesuai dengan rencana anggaran, agar dapat dimanfaatkan masyarakat,” imbuhnya. Selain itu Sandi berharap, bangunan yang dikerjakan 2008-2009 dapat diperbaharui sebagaimana mestinya. “Jika tidak, kami atas nama SCW Kecamatan Karang Jaya akan melaporkan kepada pihak berwajib,” ancamnya.
Sementara Ketua UPK Kecamatan Karang Jaya, Mugi saat di hubungi, menbantah kalau adanya pengelembungan dana PNMPN Mandiri. Ia menegaskan, Dana PNPM pada tahun 2008 hanya Rp 900 Juta diperuntukan 14 Desa.
Dijelsakanya, pengelolaan administrasi agaran PNPM diawasi langsung BPKP, dikelolah masyarakat sendiri. Panitia dipilih masyarakat desa, baik dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarkat.
“Jadi saya sendiri pribadi selaku orang pembukuan paham masalah adminsitrasi. Seluruh pekerjaan itu semua ada pengawasan. Kalau memang ada kesalahan, sanksinya masyarakat juga, sebab itu pekerjaan dari gotong royong,” jelasnya.
Kemudian Mugi menerangkan, untuk pembangunan Bak Air di Desa Bukit Ulu, merupakan prgram PNPM pusat, dibatu dengan swadaya masyarakat. “Masalah pengelolaan dana PNPM Mandiri selalu ada pengawasan dan swadaya masyarakat,” tuturnya.
Diakuinya, untuk 2010, memeng ada bantuan PNPM sebesar Rp 3 Milyar, dari dana APBD dan APBN. Rinciannya 25 persen APBD dan 75 persen APBN. Selanjutnya 25 persen disalurkan untuk simpan pinjam khusus perempuan. Untuk 75 persennya pembangunan fisik, di 13 desa satu kelurahan dalam bentuk pembuatan siring dan jemabatan.
“Kalau dari PU Rp 1 Milyar, kita Cuma Rp 200 Juta, kalau masyarakat sudah tersedia baru kita bangun. Kalau di duga karupsi itu salah besar, kita sebagai ketua UPK motor butut saja tidak ganti kita bekerja dibawah pengawasan, “akunya.(05)

Desa Ketapat Bening Butuh Perhatian

0 komentar
RAWAS ILIR- Beberapa fasilitas umum di Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas (Mura) sangat memprihatinkan. Pantauan dilapangan, kondisi jalan di Blok 2 rusak parah, nyaris tidak dapat dilalui. Bahkan hingga saat ini, masyarakat belum pernah menikmati fasilitas listrik PLN dan air bersih yang disubsi pemerintah.
Salah seorang warga Desa Ketapat Bening, Nawar mengatakan, dulunya Ketapat Bening merupakan wilayah transmigrasi mulai dari SP O dan Blok 2 Trans. Dengan bertambahnya jumlah pendduk dari suku jawa dan lokal setiap tahunnya, wilayah tersebut menjadi suatu desa. “Kami berharap pemerintah dapat memperhatkan kondisi Desa Ketapat Bening saat ini. Beberapa fasilitas pendukung yang bisa dinikmati masyarakat di Kabupaten Mura belum bisa di rawaskan masyarakat Desa Ketapat Bening,” ucap Nawar.
Sebagai putra asli Desa Ketapat, ia sangat berharap Pemerintah Kabupaten Mura memberikan bantuan dalam rangka pembangunan desa. Jika dilihat dari wilayah, Desa Katapat berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi.”Jadi kalau pemerintah tidak memberikan , kami takutkan masyarakat akan kecewa dengan Pemkab Mura,” imbuhnya.(K-1)

Rabu, 13 Oktober 2010

BPD BM II Selidiki Pembebasan Lahan PT Gorby

0 komentar
RAWAS ILIR- Pembebasan lahan milik warga Desa Beringin Makmur II Kecamatan Rawas Ilir oleh PT Gorby dipertanyakan masyarakat. Pasalnya didalam lokasi tanah yang telah dibebaskan PT Gorby, terindikasi masih ada tanah milik desa yang tidak masuk dalam pembebasan.
Salah seorang anggota Badan Pemusyawaratawn Desa (BPD) Beringin Makmur II, Heri Lintar kepada kontributor koran ini mengatakan, selama ini PT Gorby telah banyak melakukan pembebasan tanah sebagai lokasi tambang. “Didalam tanah yang sudah dibebaskan PT. Gorby diindikasikan ada sebagian tanah milik desa. Hal ini berdasarkan keterangan dan laporan dari masyarakat yang berkebun didekat lokasi tambang,” jelas Heri.
Dengan adanya laporan masyarakat tersebut BPD Beringin Makmur II akan berupaya menindaklanjuti dengan mencari bukti-bukti tentang tanah desa. Ditambahkan Heri, upaya yang telah dilakukan BPD saat ini, mengirimkan surat kepada PT Gorby. “Isinya agar pihak perusahaan bisa melakukan pengecekan kembali lokasi lahan yang sudah dibebaskan.(K-1)

Proyek RIS- PNPM Mandiri Dimulai

0 komentar
RAWAS ILIR- Pembangunan siring sepanjang 865 meter di Desa Beringin Makmur I Kecamatan Rawas Ilir, kabupaten Musi Rawas (Mura) mulai dikerjakan. Proyek tersebut mulai dikerjakan setelah cairnya dana RIS-PNPM Mandiri termin pertama.
Sekretaris Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) Juli Armadi kepada kontrubutor koran ini mengatakan, pengerjaan proyek pembuatan siring sudah dilaksanakan sejak tiga hari lalu (Minggu,10/10). Proyek dikerjakan oleh tenaga kerja lokal Desa Beringin Makmur I yang memiliki keahlian.
“Kami bersama-sama pengurus lainnya akan selalu mengontrol dan mengawasi pembangunan siring agar kualitasnya lebih baik dan bermutu,” ucap Juli.
Dikatakan Juli kualitas pengerjaan akan diupayakan semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan masyarakat. Selain itu ia berjanji kualitas mutu bangunan akan diutamakan sesuai dengan harapan masyarakat.
“Sebagai pemborong kita harus menjaga nama baik dan mengerjakan proyek yang dipercaya pemerintah sebaik-baiknya,” ucap Juli.(K-1)

Selasa, 12 Oktober 2010

Kerusakan Jalan Perlu Perhatian Serius

0 komentar
RAWAS ILIR- Beberapa titik ruas jalan di Kecamatan Rawas Ilir perlu mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Musi rawas (Mura). Berdasarkan pantauan kontributor koran ini, Senin (11/10) beberapa titik jalan terlihat mengalami kerusakan khususnya jalan cor beton di Desa Beringin Makmur I.
Permukaan jalan terlihat mengalami kerusakan, dimana batu-batu koral yang tadinya ditutupi semen mulai terkelupas. Bahkan ada beberapa titik jalan mengalami keretakan serta berlubang.
Dengan kondisi jalan yang ada saat ini, masyarakat berharap segera dilakukan perbaikan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah. “Karena sayang bangunan memakan dana miliaran rupiah cepat rusak. Jadi harapan kami biaya perbaikan jalan dapat diangarkan pada 2011 mendatang,” jelas Andre.
Ditambahknya, jika dilakukan perbaikan diharapkan jalan tersebut ditingkatkan dari cor semen menjadi aspal. Atau jika perlu setelah dilakukan pengecoran langsung dilakukan pengaspalan agar jalan bisa bertahan lebih lama.
Selain jalan di Beringin Makmur I, kondisi jalan rusak juga terjadi di Desa Beringin Makmur II. Ruas jalan terlihat sudah banyak berlobang, sehingga kendaraan yang melintas harus eksta hati-hati. “Kami harap agar Pemkab Mura dapat lebih memperhatinkan dengan serius kerusakan jalan yang ada di Kecamatan Rawas Ilir. Karena sudah sangat tidak pantas kalau ibu Ibukota Kecamatan Rawas Ilir yang memiliki banyak asset jalannya rusak,” harapnya.(K-1)

Pembangunan Mess Guru SMA BT Dimulai

0 komentar
RAWAS ILIR- Harapan para guru dan Kepala SMA Bingin Teluk (BT) di Kecamatan Rawas Ilir memiliki mess tidak lama lagi bakal terwujud. Pasalnya pembangunan Mess Guru yang didambakan saat ini mulai berjalan.
Salah seorang pengawas lapangan Dedi kepada kontributor koran ini menjelaskan, mess guru dan Kepala Sekolah tersebut dibangun oleh CV Putri. Sumber dana berasal dari APBD 2010 Pemkab Mura senilai Rp 98 juta.
Dikatakan Dedi, pembangunan mess Guru dan Kepala SMA BT sudah berjalan dua minggu dan mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan faktor alam yang tidak bisa diprediksi serta matrial pembangunan gedung dibeli dari Kota Lubuklinggau dengan jarak tempuh yang cukup jauh. “Hal inilah yang membuat keterlambatan pembangunan dari jadwal yang telah ditentukan,” kata Dedi.
Selanjutnya Dedi berharap semua pihak dapat mengerti dan memahami kondisi lapangan yang terjadi saat ini. Ia berjanji semaksimal mungkin menyelesaikan pembangunan sehingga tepat waktu dan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selain itu ia berjanji kualitas mutu bangunan akan diutamakan sesuai dengan harapan masyarakat. “Sebagai pemborong kita harus menjaga nama baik dan mengerjakan proyek yang dipercaya pemerintah sebaik-baiknya,” ucap Dedi.(K-1)

Senin, 11 Oktober 2010

Lima Pjs Kades Dilantik

0 komentar
RAWAS ILIR- Sedikitnya lima Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Rawas Ilir, Sabtu (9/20) dilantik. Pelantikan dilaksanakan di gedung serba guna Kecamatan Rawas Ilir oleh Bupati Musi Rawas (Mura) diwakili Camat Azhar Ibrahim. Kelima Pjs tersebut yakni Pjs Kades Mandi Angin dijabat Holidin sebelumnya menjabat Kades Beringin Makmur I yang saat ini dipegang Zaidi Zawawi.
Lalu Pjs Kades Beringin Sakti Rojiun sebelumnya staf kecamatan mengantikan Nangcik yang habis masa jabatannya. Kemudian Pjs Kades Tanjung Raja dijabat Susita. Selanjutnya Pjs Kades Belani Rehal Ikmal selama ini menjadi staf Kecamatan Rawas Ilir mengantikan Ihsan Sukur pejabat lama yang meninggal dunia.
Camat Rawas Ilir, Azhar Ibrahim dalam sambutannya mengatakan, seluruh Pjs Kades yang dilantik diharapkan dapat menjalankan tugas dan amanah yang telah diberikan dalam melayani kepentingan masyarakat. Selain itu Pjs Kades diminta dapat bekerjasama dengan Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) didaerah masing-masing.
Selain itu dikatakan Azhar, kerjasama yang baik anatar Pjs Kades dan perangkat desa lainnya akan dapat menciptakan hasil Pilkades yang baik. “Jalankan amanah yang diberikan pemerintah maupun masyarakat. Karena kita tahu tugas Kades melayani dan mengayomi masyarakat,” harapnya.(K-1)