Rabu, 15 September 2010

Bupati Berharap Muratara Segera Terwujud

0 komentar
MUSI RAWAS- Bupati Musi Rawas (Mura) H Ridwan Mukti meminta pemerintah pusat dapat segera mengesahkan pembentukan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). “Mulai dari Bupati dan DPRD Mura, Gubernur dan DPRD Sumsel sudah menyampaikan kelengkapan pemekaran administrasi Muratara ke pemerintah pusat. Oleh karena itu kami meminta kepada pemerintah pusat agar dapat segera mewujudkan keinginan masyarakat membentuk Kabupaten Muratara,” ungkap Ridwan Mukti usai mengikuti kegiatan gotong royong pembangunan Mapolsek Rawas Ulu, Selasa (14/9).
Diakui Ridwan Mukti, persoalan lambanya proses pemekaran Muratara diduga karena adanya persoalan di tingkat pusat. Namun selaku kepala daerah ia meminta pemerintah dapat segera membuat amanat presiden untuk dilakukan pembahasan di DPR RI. “
Kalau kami lihat sekarang, dari Depdagri dan pemerintah pusat sudah selesai melaksanakan Moratorium dan Grand Desgen tentang rencana pemerakan. Maka sudah sepatutnya Muratara yang sudah termasuk ke dalam agenda pemekaran segera dibuatkan amanat presiden. Sehingga proses pembahasan uandang-undang di DPR RI dapat segera berlanjut,” harap bupati.
Guna menyikapi masalah pemekaran Muratara, Bupati mengutus Asisten I, Kabag Tata Pemerintahan Setda Mura, tokoh masyarakat tergabung dalam Presedium Muratara memonitor dan selalu meminta kejelasan dari DPD serta DPR RI. Tujuannya bila ada berkas administrasi yang masih kurang dapat segera dilengkapi. “Kalau sudah lengkap mohon kiranya pemerintah dapat segera mewujudkan keinginan masyarakat Muratara,” imbuhnya.(03)

Petani Mulai Bakar Hutan untuk Lahan Perkebunan

0 komentar
RAWAS ILIR- Memasuki musim panas biasanya masyarakat mulai menyiapkan membuka lahan baru yang akan digunakan untuk perkebunan. Biasanya pembukaan lahan oleh petani dilakukan masyarakat dengan cara membakar semak belukar yang akan dijadikan lahan perkebunan. Musim hujan yang terjadi sejak beberapa bulan lalu, membuat para petani merasa cemas karena khawatir tidak bisa membuka lahan perkenunan.
Seperti halnya diungkapkan salah seorang warga Kecmatan Rawas Ilir, Budi kepada kontributor koran ini, Selasa (14/9). Ia mengaku sangat khawatir dengan perubahan cuaca
Petani dari hal 16
yang sudah tidak menentu atau tidak dapat diperkirakan. “Tapi Alhamdulillah beberapa minggu ini cuaca panas meningkat membuat kami bisa membakar lahan yang sudah kami tebas. Lahan tersebut nantinya akan dibuat perkebunan sebagai bekal kehidupan mendatang,” jelas Budi.
Selain itu Budi berharap pemerintah bisa membantu memberikan bantuan berupa bibit tanaman yang memiliki kwalitas terjamin. “Seperti bibit sawit dan karet agar hasilnya nanti dapat lebih memuaskan,”harap Budi.(K-1)

Kelompok UKM BM II Butuh Dana

0 komentar
RAWAS ILIR- Kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kecamatan Rawas Ilir terancam tidak bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Pasalnya terdapat beberapa UKM mengalami kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya. UKM itu sendiri biasanya banyak dibentuk dilingkungan masayarakat di kelurahan maupun desa-desa.
Salah seorang warga Desa Beringin Makmur (BM) II Kecamatan Rawas Ilir, Badrul mengatakan, selama 10 tahun membuka usaha bengkel motor dan tambal ban, tidak mengalami perubahan yang singifikan. Hal ini menurutnya disebakan minimnya modal yang ada sehingga tidak dapat mengembangkan usaha. “Bengkel kami tidak ada kemajuan karena tidak mempunyai banyak modal untuk membeli onderdil atau sparepart. Kami juga mengalami kekurangan fasilitas pendukung lainnya, sehingga usaha yang ada sekarang lambat untuk maju,” jelanya.
Dengan kondisi yang ada saat ini, Badrul berharap Pemerintah Kabupaten Mura melalui instansi terkait dapat memberikan suntikan modal dana. Sehingga kedepan usaha yang ia kelolah dapat berkembang. “Dan juga bisa bersaing dengan pengusaha lain serta bisa meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga kami,”harap Badrul.(K-1)

Senin, 06 September 2010

SD Tebing Tinggi Bangun Lokal Baru

0 komentar
NIBUNG- SD Tebing Tinggi Kecamatan Nibung mendapatkan tambahan dua lokal baru. Ruang belajar tersebut saat ini dalam tahapm pembangunan dan tidak lama lagi akan selesai. Kepala SD Tebing Tinggi, Sumari melalui salah seorang guru, Triyanto kepada kontributor koran ini mengungkapkan, secara keseluruhan SDN Tebing Tinggi telah memiliki 13 guru dengan rincian, tujuh berstatus PNS dan enam honor, dengan jumlah murid 218 orang. “Jumlah ini sudah termasuk kelas jauh,”ujarnya.
Diakui Triyanto, pembangunan kedua lokal dikerjakan CV Umar dengan dana APBD tahun 2010 senilai Rp 200 juta. Ditambahkannya saat ini banyak guru honorer mempertanyakan dana kualifikasi yang hingga kini belum didapatkannya. “Sedangkan disekolah yang lain sudah turun, jadi hal ini membuat rasa kecemburuan para guru yang ada disini,” terang Triyanto.
Selain itu ditambahkan Triyanto, pihaknya juga belum mendapatkan berkas data permohonan. “Ssementara sekolah lain sudah dapat. Para guru-guru disini berharap agar Pemkab Mura khususnya Dinas Pendidikan agar lebih memperhatikan apa yang menjadi keluhan guru-guru SD Tebing Tinggi,” imbuhnya.(K-1)

Pesantren Ramadhan, Membentuk Generasi Muda Islami

0 komentar
RAWAS ILIR- Guna mempertebal iman dan ketaqwaan, SMA Negeri Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir, menggelar pesantren Ramadhan 1431 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak Rabu (1/9) hingga Jumat (3/9), diselingi dengan lantunan lagu-lagu nasyid, dibuka Kepala SMAN Bingin Teluk, Widada.
Kepala SMAN Bingin Teluk, Widada kepada kontributor koran ini mengatakan, dalam pelaksanaannya pesantren mengambil materi tauhid, ahlak mulia serta keutamaan shalat dan puasa.
Sementara ketua panitia, Eroza Marliyana didampingi pembina OSIS, Hafizurahman menuturkan dalam pesantren Ramadhan kemarin ‘melalui pesantren Ramadhan 1431H kita pertebal keimanan untuk membentuk generasi muda islami’. Pada hari pertama, peserta diberikan materi materi keutamaan shalat dan puasa. Selanjutnya pada akhir kegiatan peserta diwajibkan menyusun laporan untuk mendapat penilaian guru yang membidanginya.
Dihadapan peserta pesantren Ramadhan, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Ilmu Al-quran (LPIQ) Jakarta, Quraisyi Syadzily mengingatkan, agar para siswa memiliki rasa malu kepada orang lain terlebih kepada diri sendiri. “Kami bangga safari Ramadhan tahun ini bertepatan dengan kegiatan pesantren Ramadhan di SMAN Bingin Teluk,” ucap Hafizurahman.
Eroza, dalam bergaul di lingkungan keluarga, sekolah serta di tengah-tengah masyarakat menjadi norma agama sebagai pilihan terakhir, setelah norma kebiasaan, kesusilaan dan norma hukum. “Rencana, puncak pesantren Ramadhan akan dilaksanakan buka puasa bersama keluarga SMA BT pengurus komite dan masyarakat dimasjid Istiqomah Beringin Makmur II,” sambung Eroza.(K-1)

Kamis, 02 September 2010

Tiga Pengawas KUPT Diduga Lalaikan Tugas

0 komentar
RAWAS ILIR- Beredar informasi, tiga pengawas KUPT Pendidikan Kecamatan Rawas Ilir diduga sering melalaikan tugas, selama lebih kurang dua bulan. Ketiga oknum tersebut masing-masing berinisial HRP, SMJ dan MTB selaku pengawas bidang olahraga. Kepala KUPT Pendidikan Rawas Ilir, Syukur kepada kontributor koran ini, Rabu (1/9) membenarkan adanya tiga oknum pengawas di lingkungan kerjanya tidak pernah masuk. Diakui Syukur pihaknya pernah memberikan teguran secara lisan kepada tiga oknum tersebut namun hingga kini tidak juga ada perubahan.

Disisi lain Syukur mengakui, selama ini dalam mengerjakan tugas pendidikan, pihaknya menumpang di SD Negeri 5. Ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan KUPT Pendidikan Kecamatan Rawas ILir. “Harapan kami agar Dinas Pendidikan (Diosdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura), dapat membantu untuk peneyelesaian beberapa masalah dan kebutuhan yang dibutuhkan KUPT Pendidikan Rawas Ilir. Kalau bisa menamba tenaga kerja untuk staf kantor, baik PNS ataupun honorer,”harap Syukur.

Ditambahkan Syukur, untuk saat ini ia mengaku beban moral dan tenaga sangatlah terkuras. “Tapi karena merupakan tugas dan kewajiban sebagai PNS, sesuai dengan sumpah jabatan, kita harus bertanggung jawab,” tegasnya.(K-1)

Tradisi Gotong Royong Masih Tertanam Dimasyarakat

0 komentar
RAWAS ILIR- Tradisi gotong royong untuk mempermudah mengerjakan sesuatu hingga saat ini masih tertanam pada pribadi masyarakat Kabupaten Musi Rawas(Mura), khususnya di Kecamatan Rawas Ilir. Hal ini dibuktikan saat tragedi kecelakaan perahu yang ditumpangi anggota Polsek Rawas Ilir, Jumat (27/8) di Sungai Rawas Kelurahan Bingin Teluk Kecamatan Rawas ILir. Pasca insiden tersebut masyarakat Kecamatan Rawas ILir langsung ikut membantu melakukan pencarian terhadap jasad Aipda Bamabang (Alm) dan Briptu Andi Samudra (Alm).

Salah seorang tokoh masyarakat, Hulik kepada kontributor koran ini mengatakan, sifat gotong royong masyarakat masih tinggi. Menurutnya saat kejadian kecelakaan perahu anggota Polsek Rawas Ilir, tanpa dikomandoi masyarakat langsug turun ke lapangan melakukan pencarian.
“Dengan mengunakan alat tradisional masing-masing, seperti rambang atau jala besar serta jaring dan alat konpressor untuk membantu pernapasan guna pencairan jasad korban di dasar sungai,” jelasnya.

Dijelaskan Hulik, tradisi gotong royong juga sering diterapkan masyarakat saat persedekahan. Masyarakat saling bahu membahu membantu mulai dari awal persedekahan hingga selesai. “Apalagi kalau ada salah seorang warga yang meninggal, pada malam harinya beramai-ramai masyarakat melakukan takzia,” ucapnya.(K-1)