Selasa, 15 Juni 2010

Sungai Rawas Sumber Mata Pencarian Masyarakat

0 komentar
 
RAWAS ILIR- Keberadaan Sungai Rawas membatu masyarakat Kecamatan Rawas Ilir menambah penhhasilan. Khususnya Desa Bingin Teluk yang mayoritas penduduknya memiliki mata pencarian nelayan. Selain itu Sungai Rawas juga dimanfaatkanmasyarakat untuk sebagai tempat Mandi Cuci Kakus (MCK). 

Muhammad salah seorang nelayan warga Desa Bingin Teluk kepada kontributor koran ini, Senin (14/6) mengatakan, aktivitas sebagai nelayan sudah ditekuninya sejak beberapa tahun silam. Selama ini menurut dia Sungai Rawas sebagai sumber kehidupan masyarakat khususnya bagi keluarga Muhammad. “Tapi beberapa bulan terakhir penghasilan warga mulai berkurang karena air Sungai Rawas sudah mulai surut,”cerita Muhammad. 

Dengan kondisi ini Muhammad berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib masyarakat yang mengantungkan hidupnya sebagai nelayan. Dengan adanya bantuan tersebut dikatakan Muhammad para nelayan bisa menghidupkan keluarga dengan layak. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk penagkaran ikan air hidup atau sering disebut kerambah serta bantuan bibit ikan sesuai dengan kadar airnya,” harap Muhammad. 

Dikatakannya, untuk MCK yang ada di sepanjang Sungai Rawas sudah menjadi tradisi masyarakat sejak zaman dahulu. Untuk menghindari pencemaran air, pemerintah juga diharapkan dapat memprogramkan pembuatan WC.(K-1)

Murid TK Beringin Makmur 2 Diwisuda

0 komentar
RAWAS ILIR- Setelah menempuh pendidikan sekitar satu tahun, sedikitnya murid Taman Kanak-kanak (TK) Beringin Makmur 2, Senin (14/6) diwisuda. Selama ini 23 murid TK Beringin Makmur 2 mendapatkan pelajaran menulis dan membaca dari empat orang guru. Pelepasan murid tersebut berlangsung meriah dengan dihibur orgen tunggal milik salah seorang guru. 
Kepala TK Bingin Makmur 2, Yeni kepada kontributor koran ini mengaku sangat haru dan bahagia karena orang tua murid sudah mempercayakan anaknya untuk dididik selama satu tahun. Kepercayaan yang diberikan para orang tua murid merupakan amah yang sangat besar dan saat ini sudah dilaksanakan dengan baik.

“Acara pelepasan murid TK Bingin Makmur 2 ini mengambil tema, ‘dengan TK mari kita tingkatkan kreativitas anak didik dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT’. Alhamdulilah dengan jumlah pendidik 4 orang kami bisa memberikan hal yang terbaik kepada setiap murid,”ucapnya. 

Dijelaskan Yeni, acara tersebut cukup meriah karena dihadiri seluruh wali murid. Namun saat ini TK Beringin Makmur 2 baru memiliki satu ruang belajar dan ruang kantor yang kecil. “Kami berharap kedepan pemerintah dapat membantu perkembangan TK ini dengan menambah ruang bermain dan fasilitas lainnya,” harap Yeni.(K-1)

Murid TK Beringin Makmur 2 Diwisuda

0 komentar
RAWAS ILIR- Setelah menempuh pendidikan sekitar satu tahun, sedikitnya murid Taman Kanak-kanak (TK) Beringin Makmur 2, Senin (14/6) diwisuda. Selama ini 23 murid TK Beringin Makmur 2 mendapatkan pelajaran menulis dan membaca dari empat orang guru. Pelepasan murid tersebut berlangsung meriah dengan dihibur orgen tunggal milik salah seorang guru. 
Kepala TK Bingin Makmur 2, Yeni kepada kontributor koran ini mengaku sangat haru dan bahagia karena orang tua murid sudah mempercayakan anaknya untuk dididik selama satu tahun. Kepercayaan yang diberikan para orang tua murid merupakan amah yang sangat besar dan saat ini sudah dilaksanakan dengan baik.

“Acara pelepasan murid TK Bingin Makmur 2 ini mengambil tema, ‘dengan TK mari kita tingkatkan kreativitas anak didik dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT’. Alhamdulilah dengan jumlah pendidik 4 orang kami bisa memberikan hal yang terbaik kepada setiap murid,”ucapnya. 

Dijelaskan Yeni, acara tersebut cukup meriah karena dihadiri seluruh wali murid. Namun saat ini TK Beringin Makmur 2 baru memiliki satu ruang belajar dan ruang kantor yang kecil. “Kami berharap kedepan pemerintah dapat membantu perkembangan TK ini dengan menambah ruang bermain dan fasilitas lainnya,” harap Yeni.(K-1)

Jumat, 11 Juni 2010

Berkas Administrasi Muratara Diserahkan ke Gubernur

0 komentar
MUSI RAWAS- Pemkab Musi Rawas benar-benar mendukung pembentukan Kabupaten Muratara. Terbukti kemarin (10/6) berkas administratif diminta Sekjen DPR RI dibawa ke Palembang untuk diserahkan ke Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. 
Penyerahan berkas administrasi ini tindaklanjut dari surat Sekjen DPR RI untuk Bupati Mura dalam rangka pembentukan Kabupaten Mura. Dan, setelah dibahas bersama dengan legislatif melalui Rapat Paripurna beberapa hari lalu, maka Pemkab Mura menyiapkan berkas yang diminta. “Berkas administrasi itu sudah kita bawa ke Palembang untuk diserahkan ke Gubernur Sumsel. Yang membawanya adalah Kabag Tata Pemerintahan dan staf yang membidanginya hari ini (Kemarin, red),” kata Plt Sekda Mura, H Sulaiman Kohar di ruang kerjanya, Kamis (10/6). 

Sekda menambahkan bahwa penyerahan berkas administrasi sesuai dengan yang diminta Sekjen DPR RI serta sudah diputuskan dalam Rapat Paripurna DPRD Mura bersama eksekutif. “Kita sudah memenuhi ketentuan ditetapkan oleh Sekjen DPR RI, dan saya menegaskan jika Pemkab Mura mendukung sepenuhnya pembentukan Kabupaten Muratara. Hingga saat ini tidak ada tekanan dari pihak manapun untuk melaksanakan pemekaran wilayah ini,” tegas Sekda menepis isu miring berkaitan dengan pembentukan Muratara yang hingga sekarang belum juga dibentuk. Pihaknya hanya minta agar berkas administrasi tersebut sesuai dengan ketetapan diberlakukan oleh Sekjen DPR RI. 

Sementara Kabag Pemerintahan, Kgs Effendi Feri saat dihubungi membenarkan ia berangkat ke Palembang, tetapi tak menjelaskan maksud dan tujuannya secara rinci. “Saya sekarang berangkat ke Palembang, dalam rangka tugas dinas,” kata Feri, sapaan pria ini, dihubungi via ponselnya, kemarin.(01)

Lampu Jalan BM 2 Tidak Berfungsi

0 komentar
RAWAS ILIR- Sejumlah warga Desa Beringin Makmur (BM) 2 mengeluh. Pasalnya lampu jalan yang ada dibeberapa titik desa saat ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa lampu jalan ada yang mati bahkan ada juga yang hingga saat ini belum dialiri listrik. Hal ini di ungkapkan H Gunadi salah seorang warga Beringin Makmur 2 kepada kontributor koran ini, Kamis (10/6)

Menanggapi hal ini, kepala jaga kantor PLN Kecamatan Rawas Ilir, Eko mengakui adanya beberapa lampu jalan yang mati tersebut. Dijelaskannya, khusus lampu jalan yang ada di Ibukota Kecamatan Rawas Ilir tepatnya di Simpang Empat Pasar ke Hilir Desa belum bisa difungsikan karena belum memiliki travo dan belum dialiri listrik. 

Selain itu ditambahkannya, masalah lampu jalan pihak PLN hanya menyediakan api atau tegangan. Sementara untuk perbaikan lampu yang rusak bukan tanggung jawab pihak PLN melainkan pemerintah setempat. 
Disisi lain Eko menjelaskan, masalah seringnya lampu padam, faktor utama disebabkan karena gangguan alam. ”Kedua karena jarak listrik dengan gardu induk itu jauh, jadi kami berharap masyarakat dapat memaklumi kondisi ini karena bukan faktor kesengajaan,” imbuhnya.(K-1)

Kamis, 10 Juni 2010

Rumah Rakit di Sungai Rawas Berkurang

0 komentar
RAWAS ILIR- Keberadaan Rumah Rakit di Sungai Rawas Kecamatan Rawas Ilir semakin berkurang. Padahal pada zaman dahulu hampir 30 persen masyarakat memiliki rumah rakit. Sebab kala itu masyarakat menggantungkan mata pencariannya di sungai. 

Salah seorang warga Desa Beringin Makmur I, Relandi menceritakan, beberapa alasan penduduk bermukim di pinggiran Sungai Rawas karena untuk bebergian keluar desa, masyarakat banyak menggunakan transportasi sungai. Misalnya menggunakan perahu, Tongkang Kayu dan Speat Boat. 

Saat itu untuk jalan darat belum bisa dilalui karena sebagian wilayah masih hutan belantara. Alasan lain yakni masyarakat banyak membuka kebun sepanjang aliran sungai khususnya kebun karet. Selain berkebun masyarakat juga ada yang bekerja sebagai nelayan untuk bertahan hidup. “Saya dulu pernah memiliki rumah rakit tetapi sekarang tidak lagi sudah pindah ke daratan. Sewaktu memiliki rumah rakit dulu untuk aktivitas MCK memang agak enak karena tinggal keluar rumah semaunya dekat,”kata Renaldi.
 
Sisi negatif tinggal dirumah rakit dijelaskan Renaldi, sangat berbahaya bagi anak-anak. Karena kemungkinan besar jika tidak hati-hati anak-anak yang bermain akan jatuh kesungai. “Jadi berkurangnya rumah rakit di Sungai Rawas karena sudah terbukanya akses jalan darat dan rasa kekhawatiran para orang tua terhadap anak-anak,”akunya (K-1)

Selasa, 08 Juni 2010

Ibu dan Anak Tersengat Listrik

0 komentar
 
RAWAS ILIR- Naas dialami Ima (30) warga Long Hose PT PP Lonsum Bukit Hijau Kecamatan Rawas Ilir. Ketika hendak menghidupkan pompa listrik, Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut tersengat aliran listrik hingga tak sadarkan diri. Peristiwa itu terjadi Minggu (6/7) sekitar pukul 15.30 WIB di dalam kamar mandi rumahnya. 

Data dihimpun kontributor koran ini menyebutkan, kronologis kejadian bermula ketika korban yang sedang menggendong anaknya berusia dua bulan berniat menghidupkan pompa listrik mengisi bak kamar madi. Tanpa disadari, diduga kabel pompa listrik tersebut terkelupas lalu menyengat bagian tangan korban hingga terpental. Warga sekitar yang mendengar tangisan anak korban langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) . ”Saat ditemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan beberapa luka dan sempat mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Sedangkan anaknya hanya menderita luka di bagian dahi,”ungkap Tami, Maria dan Wanti tetangga korban yang mendatangi TKP. 

Selanjutnya oleh warga sekitar, korban dibawa ke Puskesmas Bingin Teluk guna mendapatkan pertolongan. Namun sialnya karena hari sudah menjelang sore, Puskesmas tersebut tutup dan akhirnya ibu dua anak tersebut dibawa ke RS Bunda Palembang. 
Agus suami korban ketika dikonfirmasi melalui Hpnya membenarkan adanya kejadian tersebut. Diceritakan Agus saat kejadian tersebut, dirinya sedang bekerja di bengkel PT PP Lonsum Bukit Hijau.(K-1)