Rabu, 17 Maret 2010

Keabsahan PPS Pulau Kidak Dipertanyakan

0 komentar

Didominasi Pengurus Parpol
ULU RAWAS-Ketua Pengurus Cabang Sumatera Corruption Watch ( PC SCW) Ulu Rawas, Meri Handi mempertanyakan adanya informasi yang berkembang di Desa Pulau Kidak, bahwa perangkat desa atau anggota BPD tidak boleh menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pemilukada Musi Rawas, Juni mendatang.
Kepada Linggau Pos, Meri Handi menuturkan berdasarkan keterangan lisan salah seorang anggota PPK Ulu Rawas kepada Hafni, Kaur Pemerintahan Desa Pulau Kidak, katanya perangkat desa dan BPD tidak boleh terlibat dalam PPS karena melanggar aturan.
Untuk itu, dia mempertanyakan kepada KPU Kabupaten Musi Rawas apakah benar ada aturan yang demikian. Jika benar lanjut Meri, maka perangkat desa dan BPD Pulau Kidak siap menyukseskan Pemilukada tanpa terlibat langsung dalam agenda terlibat. Pertanyaannya, mengapa di desa lain, perangkat desa atau BPD dilibatkan dalam KPPS dan PPS, sedangkan di Pulau Kidak tidak boleh.
Malah, anggota PPS/KPPS di Desa Pulau Kidak ada yang masih menjabat pengurus partai politik (Parpol) seperti Ketua dan Wakil Ketua Ranting Partai Gerindra, Ketua Ranting PKS, serta Ketua Ranting PBR.
“Menurut saya, justru mereka-mereka itu yang melanggar peraturan KPU. Menariknya, ada anggota PPS Desa Pulau Kidak, dia titak lulus tes PPK, malah diangkat,” sinyalirnya.
Sayangnya hingga berita ini naik cetak, Divisi Teknis KPU Kabupaten Musi Rawas, Novriansyah belum berhasil dimintai tanggapannya.
Namun, menurut Ketua PPK Ulu Rawas, Bakar H Baharudin, boleh-boleh saja perangkat desa atau BPD menjadi anggota PPS/KPPS, malah diutamakan. Hanya saja dalam pelaksanaan tugas di lapangan tetap netral dan tidak boleh memonopoli. (03)

2010, di Ciptodadi Dipasang SUTR

0 komentar

foto : istimewa
MAULID NABI : Camat Suka Karya bersama tokoh masyarakat saat menghadiri peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitul Rahman Dusun Sido Harum, Desa Ciptodadi, Minggu (14/3).


MUSI RAWAS-Camat Suka Karya, Tarmizi mengatakan pada 2010 ini Desa Cipto Dadi akan dipasang jaringan listrik saluran udara tegangan rendah (SUTR). Hal itu disampaikan Camat Tarmizi di depan ratusan warga Dusun Sido Harum yang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di masjid Baitul Rahman, Minggu (14/3) dengan penceramah H Imam Aspali.
Kemudian camat juga mengimformasikan kepada warga jika tak ada aral, tahun ini Dusun Sido Harum akan dimekarkan menjadi desa definitif.
Terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dia berpesan agar kita sebagai umat Islam, harus senantiasa meningkatkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Karena sesuai Firman Allah SWT, orang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling taqwa.
Dan yang paling mengagumkannya di Desa Ciptodadi, khususnya di Dusun Sido Harum, rasa kegotongroyongan sudah sangat baik. Terbukti dengan inisiatif sendiri, warga berhasil melakukan pengerasan jalan sepanjang tiga kilometer. Bahkan semua dana murni bersumber dari sokongan masyarakat dengan cara setiap simpanan karet dipungut Rp 50 perkilogram.
Warga berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait kiranya dapat meneruskan pengerasan jalan sepanjang 3,5 KM yang masih jalan tanah.
Terkait Pilkada, camat berpesan kepada warga agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan agar tetap kondusif. Lebih penting lagi, warga jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang tidak jelas asal usulnya.
Dalam kesempatan tersebut, salah seorang tokoh masyarakat Sido Harum, Sarjo mengungkapkan sejak Suka Karya menjadi kecamatan definitif pada 2006 lalu, dan sudah dia kali pergantian camat, baru camat Tarmizi yang mengunjungi dusun mereka.(03)

22 Orang SAD Mendapat PLS

0 komentar
SAROLANGUN– Sebanyak 22 anak usia sekolah Suku Anak Dalam (SAD), atau sering dipanggil orang rimba, mendapat Pendidikan Luar Sekolah (PLS) oleh PT Sari Aditya Loka, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan terhadap SAD, khususnya yang berada di Taman Nasional Bukit Duabelas, atau Sekolah Halom Puteri Tijah.
Menurut CD Area Manager PT Astra Agro Lestari, Tbk (holding company PT SAL 1) Rusdi S Koto, kegiatan ini adalah untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh anak usia sekolah SAD di TNBD, yang belum mengeyam pendidikan di sekolah-sekolah formal.
“Perbedaan budaya dan kebiasaan SAD, membuat anak-anak belum dapat menyesuaikan diri untuk ikut serta sekolah seperti anak lainnya,” sebutnya. Untuk diketahui, bahwa program ini digagas PT Sari Aditya Loka–1 dengan Temenggung Tarib (Ketua SAD), Kepala Desa Pematang Kabau, Balai TNBD dan Camat Air Hitam.
”Sekolah Halom (sekolah alam) Puteri Tijah dimulai dengan 2009/2010, dan saat ini diikuti oleh 22 anak SAD. Sekolah ini memang tidak seperti sekolah lainnya yang menggunakan kurikulum standar, tetapi disesuaikan dengan minat dan kemampuan permulaan yang dimiliki anak-anak SAD,” terang Rusdi.
Terkait tujuan, kata dia bahwa melalui pendidikan alternatif atau pendidikan luar sekolah (PLS), anak usia sekolah SAD dapat membaca, menulis dan berhitung. Diharapkan nantinya, buta aksara di warga SAD TNBD dapat diminimalisasi.
“Kegiatan ini adalah salah satu pilot project, dan apabila diminati oleh anak-anak SAD maka akan menjadi model PLS yang dapat diterapkan dikelompok SAD lainnya,” sambungnya.
Menurutnya, anak-anak itu dibimbing oleh seorang guru bernama, Tri Rini Widiastuti (25), seorang warga transmigrasi yang sudah lama menetap di Desa Pematang Kabau di pinggir TNBD. “Pengabdiannya untuk menjadi guru SAD adalah pengalaman berharga baginya. Suka duka membimbing anak bangsa yang masih tertinggal dari suku-suku lainnya menjadi kebanggaan tersendiri baginya,” katanya.
Untuk diketahui, bahwa kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 09.00-12.00, mulai hari Senin - Jumat. Melalui kegiatan ini, apresiasi yang tinggi datang dari warga sekitar transmigrasi, termasuk warga setempat.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan dengan menggunakan kurikulum tingkat dasar, selama enam bulan, tingkat menengah enam bulan dan tingkat lanjutan, selama 12 bulan,” sambungnya.
Untuk petugasnya, lanjut Rusdi bahwa petugas pendampingan dilakukan oleh Community Development Officer (CDO) PT SAL 1-, yakni M Rafii dan Dewi M. Untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, dibuat Laporan Perkembangan Kemampuan Siswa (raport).
“Ke depan diharapkan kerjasama dengan Dinas Pendidikan setenpat, serta akan menargetkan dapat menggunakan kurikulum fungsional (KF) dan Paket A bagi siswa SAD tersebut,” harap Rusdi.(net)

Jumat, 12 Maret 2010

Warga Keluhkan Lampu PLN Sering Padam

0 komentar
RAWAS ULU- Warga Kecamatan Rawas Ulu kembali mengeluh lantaran sering padamnya lampu PLN di wilayah itu. Ironisnya lagi disaat lampu PLN di Kelurahan Surulangun dan desa sekitarnya mati, di Rupit malah terang benderang. Hal ini menimbulkan pertanyaan warga, ada apa dengan PLN disana.
Salah seorang warga Rawas Ulu yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Musi Rawas, Suyadi alias Bewok, ketika dikonfirmasi membenarkan kalau listrik di Kecamatan Rawas Ulu sering mati mendatang. Bahkan terkadang, kalau matinya sekali tak akan hidup lagi (dari malam sampai pagi atau sebaliknya).
Selain itu, matinya juga secara mendadak sehingga banyak perabotan rumah tangga atau peralatan elekronik milik warga seperti televisi, tape recorder, VCD dan lain sebagainya mengalami kerusakan.
Nah, terkait masalah ini dia mendesak pihak PLN, jika pemadaman tersebut akibat terjadi kerusakan teknis, tolong secepatnya diperbaiki. Jangan dibiarkan berlarut-larut tanpa ada solusi.
Apalagi bila dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Dengan sering padamnya lampu PLN, membuat para pelaku kriminal terutama pencurian leluasa melakukan aksinya.Kemudian, bisa mempengaruhi roda perekonomian warga khususnya mereka yang memanfaatkan tenaga listrik.
Sekali lagi, dia atas nama masyarakat maupun sebagai wakil rakyat berharap kepada PLN, agar terus meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Jangan hanya menuntut hak dengan tagihan rekeningnya, namun tunaikan juga kewajiban kepada konsumen dalam bentuk kepuasan menggunakan fasilitas kelistrikan sesuai kebutuhan.(03)

Jembatan Kungku Sangat Layak Dilalui

0 komentar

foto : istimewa
TINJAU : Camat Suka Karya, Tarmizi bersama Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Hj Srie Hernalini Nita Utama saat meninjau Jembatan Kungku.


SUKAKARYA- Pernyataan sejumlah warga Desa Ciptodadi yang menyebutkan bahwa kondisi jembatan Kungku yang menghubungkan wilayah Kecamatan Suka Karya dengan BTS Ulu sangat memprihatinkan, langsung diklarifikasi Camat Suka Karya, Tarmizi.
Kepada Linggau Pos, tadi malam, Tarmizi mengatakan hingga saat ini, kondisi jembatan Kungku masih sangat layak untuk dilalui karena sudah diperbaiki oleh PT Pertamina dan PT Medco, akhir 2009 lalu.
Bahkan kemarin, dirinya bersama Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Hj Srie Hernalini Nita Utama dan anggota dewan dari F-PDIP, Sri Wahyuni yang kebetulan menghadiri hajatan kerabatnya langsung meninjau jembatan. “Dari pantauan kami, jembatan Kungku yang menurut warga kondisinya sangat memprihatinkan, ternyata masih sangat layak untuk dilalui. Saya tidak menyalahkan warga, bisa jadi informasi disampaikan ke media bukan jembatan Kungku tapi jembatan lain,” tuturnya.
Kemudian, dia selaku camat juga sudah melaporkan masalah ini kepada bupati. Intinya, informasi kalau kondisi jembatan kungku memprihatinkan tidak benar.(03)

Jalan Rusak, Rakyat Semakin Susah

0 komentar
MUARA KULAM- Ketua Karang Taruna Kecamatan Ulu Rawas, M Yusuf mengatakan sampai saat ini, sarana transportasi di Kecamatan Ulu Rawas masih mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan tak jarang, angkutan desa (Angdes) yang mengangkut penumpang maupun barang kebutuhan pokok masyarakat dari Kelurahan Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu terpaksa ditarik saat menaiki tebing pinggiran di sepanjang Dusun Tanjung Beringin (Desa Muara Kuis), dan tebing sebelum Kelurahan Muara Kulam
“Kami yang sebulan sekali atau terkadang dua minggu sekali ke Lubuklinggau merasa susah sekali. Jalan masih rusak parah, apalagi saat berada di jalan, tiba-tiba turun hujan tentu semakin menambah penderitaan masyarakat,” tutur Yusuf.
Jadi, lanjut dia sebenarnya masyarakat yang sering ke luar daerah hanya karena “terpaksa”. Dalam artian, bagi pedagang karena faktor usahanya, bagi PNS karena tugas dinas dan lain sebagainya.
“Andaikata ibukota Musi Rawas ada di Bukit Bulan, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, mungkin warga Ulu Rawas tak akan lagi ke Lubuklinggau,” tandasnya.
Untuk itu, dia mengharapkan kepada Bupati Musi Rawas melalui dinas teknis terkait agar memperhatikan aspirasi yang disampaikan masyarakat ini.
Hal senada juga disampaikan Bastari, warga Napallicin. Menurutnya, warga masih kesulitan bila ingin keluar daerah karena kondisi jalan yang masih rusak parah. Para sopir pun tidak berani mengambil risiko untuk melalui jalan berlumpur bercampur tanah liat karena takut terjebak.
Jalan tersebut rusak akibat diguyur hujan dalam beberapa bulan terakhir sehingga tanah di pinggiran jalan mengalami longsor dan menimbun badan jalan. Meski demikian, bagi mereka yang memiliki kendaraan dobel gardan masih bisa lewat walaupun harus tertatih-tatih.
Beberapa titik yang mengalami longsor diantaranya tebing caluk, tebing pinggiran di sepanjang Dusun Tanjung Beringin (Desa Muara Kuis), dan sebelum Kelurahan Muara Kulam. Namun lokasi paling parah terjadi ditanjakan sebelum Dusun Tanjung Beringin dan Dusun Kemang.(03)

Kamis, 11 Maret 2010

Suka Karya Mewakili Mura Ikuti Lomba PKK

0 komentar

foto : istimewa
SERAHKAN : Penyerahan trofi kepada ketua TP PKK Desa Sugi Waras.


SUKA KARYA- Kecamatan Suka Karya terpilih mewakili Kabupaten Musi Rawas dalam lomba gerak PKK tingkat Provinsi Sumsel di Palembang, 2010. Kepastian itu diketahui setelah kecamatan pimpinan Tarmizi tersebut keluar sebagai juara pertama lomba PKK tingkat Kabupaten Musi Rawas, 2009. Malah, saat lomba tingkat kabupaten yang dilaksanakan tahun lalu itu, Kecamatan Suka Karya diwakili Desa Sugi Waras sukses menyebet tiga juara sekaligus masing-masing kategori posyandu terbaik, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terbaik, serta Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terbaik. Selain itu, mereka juga meraih juara kedua kategori penyuluhan.
Camat Suka Karya, Tarmizi ketika dihubungi, Rabu (10/3) mengatakan atas keberhasilan ini, kecamatannya berhak mewakili Kabupaten Musi Rawas dalam ajang yang sama tingkat Provinsi Sumsel.
Dan Selasa (9/3) tropi juara dari Ketua TP PKK kabupaten Musi Rawas, Hj Lisa Nurfadillah diserahkan camat kepada Ketua TP PKK Desa Sugi Waras, Ny Gunto Hadi. Hal ini dilakukan untuk memotivasi tim di desa, agar saat lomba di provinsi nanti tidak mengecewakan. “Jangan sampai ada kesan bahwa predikat juara umum yang diraih di tingkat kabupaten hanya rekayasa saja. Dan saya selaku camat, menghimbau kepada kader posyandu maupun masyarakat mari sama-sama mendukung kegiatan tersebut,” imbuhnya.(03)