Kamis, 27 Januari 2011

Premium Eceran Berubah Warna

0 komentar
RAWAS ILIR- Masyarakat Desa Beringin Makmur I Kecamatan Rawas Ilir meragukan mutu peremium yang dijual eceren. Pasalnya warna premium tersebut terkadang berubah warna dari kuning kebening-beningan menjadi kemerah-merahan.
“Kalau masih dalam jeriken, warnannya hitam dan kalau sudah dituangkan sedikit kemerah-merahan,” ucap Denan salah seorang pedagang premium eceran di Desa Beringin Makmur I kepada kontributor koran ini, Selasa (25/1).
Dijelaskan Denan, berdasarkan informasi yang ia dapat, perubahan warna premium sudah terjadi mulai dari SPBU diseluruh Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). “Kami sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Begitupun dengan dampak dari konsumen menggunakan premium yang mengalami perubahan warna ini,” akunya.
Menurut Denan, jenis premium yang ada saat ini terlihat lebih baik dari premium sebelumnya. Alasannya pihak pertamina tindak akan mungkin mengeluarkan premium tersebut jika tidak ada jaminan kualitas yang baik.
Terpisah Hendri warga Desa Bingin Makmur II mengaku merasa ragu terhadap perubahan warna premium saat ini. Ia mengaku sejauh ini belum berani menggunakan premium tersebut dengan alasan keamanan. “Kami takut nantinya ada dampak terhadap mesin kendaraan. Warga berharap pihak Pertamina dapat memberi penjelasan atas terjadinya perubahan warna premium. Sehingga tidak terjadi keraguan dalam hal penggunaan premium,” harapnya.(K-1)

Sosialisasikan Mura Darussalam ke Pelosok Desa

0 komentar
RAWAS ILIR- Sosialissai program Musi Rawas (Mura) Darussalam semakin genjar dilakukan aparatur pemerintah hingga ke tingkat desa. Camat Rawas Ilir Azhar Ibrahim kepada koran ini mengatakan, pihaknya saat ini sedang giat-giatnya mensosialisasikan Mura Darussalam hingga ke pelosok desa. Hal ini dilakukan setiap malam Jumat melalui program Mabit. “Mabit adalah istilah bermalam saat warga desa melaksanakan pengajian dengan tujuan mensosialisasikan Mura Darussalam. Dalam kegiatan ini camat beserta seluruh unsur Tripika,” jelasnya.
Ditambahkan Azhar Ibrahim, kegiatan ini Mabit diisi dengan takziah malam Jumat. Lokasinya berpindah-pindah di setiap masjid yang ada di desa. “Pagi harinya diisi dengan Jumat bersih melakukan gotong royong. Kemudian siang harinya camat berserta unsur Tripika melakukan shalat Jumat bersama,” terang Azhar Ibrahim.
Dalam kegiatan Jumat diakui Azhar Ibrahim mendapat antusias dari warga. Mereka terlihat sangat serius membantu pemerintah mempercepat perwujudan program Mura Darussalam.(Mg03)

Sopir Keluhkan Jalan Rusak

0 komentar
RAWAS ILIR- Kondisi jalan poros penghubung Kecamatan Karang Dapo-Rawas Ilir semakin memprihatinkan. Berdasarkan pantauan kontributor koran ini, Rabu (26/1) beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan mengganggu aktivitas pengendara.
Kerusakan terjadi mulai dari Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo, kondisi aspalnya mulai banyak rusak dan berlubang-lubang. Kemudian kerusakan juga terjadi di dalam Kelurahan Karang Dapo sampai ke simpang Desa Biaro Kecamatan Karang Dapo. Salah seorang perwakilan sopir angkutan umum, Ros mengaku sangat kecewa terhadap pemerintah. Hingga saat ini keluhan masyarakat terhadap kerusakan jalan belum juga ditanggapi sehingga semakin hari kondisi jalan terus mengalami kerusakan.
Selain itu dikatakannya, kerusakan semakin parah diduga akibat dilalui kendaraan pengangkut batu melebihi kapasitas. Ironisnya kendaraan tersebut sama sekali tidak peduli terhadap kerusakan jalan.
“Seharusnya semua mobil yang mengangkut batu dapat peduli terhadap kerusakan jalan dengan cara menimbun beberapa bagian jalan yang rusak,” imbuhnya.
Mewakili masyarakat dan para sopir, ia berharap Pemerintah Kabupaten Mura melalui Dinas Perhubungan dapat memberikan teguran kepada kendaraan yang melebihi kapasitas.(K-1)

Senin, 24 Januari 2011

Truk PT Lonsum Terperosok ke Loading Pabrik CPO

0 komentar
RAWAS ILIR- Satu unit mobil truk pengangkut buah sait Nopol BG 8719, jatuh ke loading (tempat pembuangan sawit) pabrik CPO milik PT Lonsum di Bukit Hijau Desa Beringin Makmur II Kecamatan Rawas Ilir. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (20/1) malam, tidak menimbulkan korban jiwa.
Informasi diterima koran ini, kronologis kejadian bermula saat salah seorang buruh bongkar muat berinisial AS bersama temannya berniat akan membongkar muatan sawit yang ada dalam truk Nopol BG 8719 dikemudiukan Andi. Setelah berada diareal pabrik, mobil tersebut berjalalan mundur mendekati bibir loding. Naasnya sopir mobil tidak dapat mengendalikan laju kendaraan sehingga langsung terjatuh ke dalam lodong.
“Akibatnya bak mobil belah karena terbentur dengan besi loading. Untung sopir mobil tidak mengalami luka. Kami juga sebagai kuli bongkar merasa cemas, karena kalau posisi kami naik keatas mobil tidak menutup kemungkinan akan menjadi korban,” cerita AS salah seorang buruh bongkar muat.
Sebenarnya menurut AS selama ini pada pinggiran loding terdapat besi pembatas, namun saat ini sudah banyak yang rusak. Lambatnya perbaikan yang dilakukan pihak pabrik membahayakan kendaraann yang akan melakukan bongkar muat. “Kejadian dialami Andi ini, sebagai bukti pihak perusahaan kurang memperhatikan keselamatan sopir mobil dan kuli bongkar muat,” tudingnya.
Padahal lanjut AS, sopir dan kuli bongkar buah sawit merupakan mitra kerja yang membuat perusahaan dapat melakukan aktivitas pengolahan buah sawit. Seharusnya pihak perusahaan lebih memperhatikan keselamatan mitra kerja dan tidak menganggap remeh. “Kami berharap kepada pihak pemerintah agar dapat mengambil tindakan terhadap perusahaan yang tidak memperhatikan keselamatan pekerja maupun mitra kerjanya,” imbuh AS.(K-1)

Jaringan Listrik Tertimpa Pohon

0 komentar
RAWAS ILIR- Hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura), Minggu (23/1) dini hari membuat jaringan listri diwilayah Kecamatan Karang Dapo-Rawas Ilir mengalami kerusakan. Akibatnya aliran listrik mengalami pemadaman membuat sebagian wilayah Kecamatan Karang Dapo-Rawas Ilir gelap gulita. Listrik kembali menyala Minggu (23/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala pos jaga listrik PLN Kecamatan Rawas Ilir Eko kepada koran ini mengatakan, padamnya aliran listrik akibat putusnya jaringan listrik di Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo akibat tertimpa pohon. “Setelah mendapat laporan warga kami langsung meluncur ke tempat jaringan yang putus melakukan perbaikan,” jelas Eko.
Disisi lain Eko menjelaskan, pihaknya berharap baik kepala desa (Kades), masyarakat, maupun pihak keamanan dapat saling membentu untuk membersi kayu-kayu yang mengangu jaringan listrik disepanjang jalur Karang Dapo-Rawas Ilir. Ia mengaku jika hanya dilakukan pihak PLN, dikhawatirkan terjadi selisih paham dengan masyarakat pemilik tanam tumbuh yang akan ditebang. “Makanya kami meminta bantuan dari semua pihak demi kelancaran arus listrik bersama, dan demi memenuhi kebutuhan kita semua,” harapnya.
Menurut Eko pihaknya tidak ingin jaringan listrik di Kecamatan Karang Dapo-Rawas Ilir mengalami pemadaman. Setiap hari pihaknya selalu berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kami juga berharap pada pelanggan agar dapat bersabar, karna kejadian ini disebabkan cuaca alam,” imbuhnya.
Terpisah Metar, warga Desa Beringin Makmur I Kecamatan Rawas Ilir berharap pemerintah dapat segera mengambil sikap untuk mengatasi permasalahan ini. Tujuannya agar seluruh jaringan listrik tidak lagi mengalami gangguan. “Kalau memang jaringan kabel seperti ini terganggu dengan dahan dan ranting kayu, bagaimana kabelnya ditukar dengan sistem ditanam dalam tanah saja,” saran Metar.(K-1)

Jumat, 21 Januari 2011

KUPT Pertanian Minim Fasilitas

0 komentar
RAWAS ILIR- Kantor Unit Pelayanan Teknis (KUPT) Pertanian Kecamatan Rawas Ilir mengalami kekurangan fasilitas penunjang. Diantaranya belum adanya aliran listrik, air bersih serta jalan menuju ke kantor. Informasi ini diungkapkan Damudin, Kepala KUPT Pertanian Kecamatan Rawas Ilir kepada kontributor koran ini, Kamis (20/1).
“Jalan untuk menuju kantor KUPT saat ini masih numpang dipekarangan SMA Negeri Bingin Teluk,” ungkap Damudin.
Kurangnya fasilitas pendukung ini menurut Damudin menjadi kendala pihaknya saat membuat laporan admistrasi. Bahkan saat melaksanakan tugas dirinya mengaku kewalahan karena KUPT Pertanian Kecamatan Rawas Ilir belum memiliki staf.
“Saat ini tenaga penyulu desa masih banyak yang kurang. Untuk Kepala Cabang Dinas baru (KCD) sekarang baru ada satu yakni Tanaman Pangan dan Holtikultura,” jelasnya.
Terpisah KCD Pertanian Kecamatan Rawas Ilir yang membidangi bidang Tanaman Pangan dan Holtikultira Basri Rahmadi mengatakan pada 2010 lalu telah meberikan bantuan tanaman bibit jagung untuk lahan seluas 110 hektar. Adapun desa yang mendapat bantuan bibit jagung tersebut yakni, Desa Beringin Makmur I, Beringin Makmur II, Tanjung Raja, dan Desa Mandi Angin. “Bibit jagung tersebut dibagikan sesuai dengan kelompok tani yang sudah dibentuk oleh desa masing-masing,” jelasnya.(K-1)

Tali Layang-layang Mengganggu Jaringan Listrik

0 komentar
RAWAS ILIR- Permainan layang-layang menjadi tradisi musiman bagi anak-anak saat memasuki musim kemarau. Hembusan angin yang kencang membuat anak-anak lebih semangat untuk menaikan layang-layangnya. Namun dibalik keceriaan mereka tanpa disadari berdampak negatif terhadap jaringan listrik yang ada.
Sebab tidak jarang benang yang digunakan untuk memainkan layang-layang tersangkut di jaringan listrik, hingga menyebabkan konsleting.
“Rumah saya pernah mengalami pemadaman listrik satu hari satu malam, karena ada kabel listrik menempel akibat tali layangan,” ungkap Metar salah seorang warga Kecamatan Rawas Ilir.
Dengan kejadian ini, Metar berharap pihak PLN harus sering melakukan kontrol dan memberikan pengertian kepada anak-anak yang bermain layang-layang disekitar jaringan listrik. Sejauh ini menurt Metar masyarakat tidak bisa melarang anak-anak untuk bermain layang-layang karena takut dianggap mengambil hak mereka.
“Untungnya berkat kesiapan pihak PLN masalah pemadaman listrik dirumah saya bisa teratasi. Untuk saat ini kondisi listrik yang ada di Ibukota Kecamatan Rawas Ilir mulai jarang padam. Kalaupun padam hanya beberapa saat,” akunya.
Selain itu Metar berharap ke depan masalah listrik di Kecamatan Rawas Ilir tidak lagi mengalami kemacetan.(K-1)

Kamis, 20 Januari 2011

Sopir Resah Pungli di Jalan Rusak

0 komentar
KARANG DAPO- Banyaknya jalan rusak antara Kecamatan Karang Dapo-Rawas Ilir dimanfaatkan oknum tertentu mengambil pungutan liar (Pungli). Kondisi ini dikeluhkan salah seorang pemilik kendaraan berinisial Cn kepada kontributior koran ini.
“Kami sudah sangat resah, walaupun oknum yang melakukan Pungli tersebut melakukan perbaikan jalan. Sebab setelah jalan diperbaiki, bukan malah bertambah baik tapi malah bertambah parah,” keluhnya.
Diceritakannya oknum tersebut hanya melakukan penimbunan jalan yang mengalami kerusakan yang tidak terlalu parah. Mewakili masyarakat ia berharap Pemerintah Kabupaten Mura maupun pihak keamanan dapat menindak lanjuti permasalahan ini. Selain itu pemerintah juga diminta introspeksi diri, terhadap masalah yang terjadi di Kecamatan Rawas Ilir dan Karang Dapo saat ini. “Semua ini tentu ada sebab dan akibatnya. Makanya pemerintah harus cari tahu penyebab adanya Pungli dilakukan oknum masyarakat tersebut,” sarannya.
Ditambahaknya jika kerusakan jalan kerusakan jalan terys terjadi. Dikhawatirkan akan ada tindakan Pungli disepanjang jalan yang mengalami kerusakan. “Kami berharap kepada pemerintah harus mempunyai sikap dan tindakan jangan yang jelas agar praktek Pungli tidak berlanjut. Sebagai pemerintah harusnya dapat menciptakan lapangan kerja untuk mereka yang melakukan Pungli,” paparnya.(K-1)

FGN Tingkat Desa Terkendala SK

0 komentar
RAWAS ILIR- Forum Guru Ngaji (FGN) Kecamatan Rawas Ilir telah membentuk FGN tingkat desa dan kelurahan. Organisasi masyarakat (Ormas) ini nantinya diharapkan dapat mempercepat perwujudtan Musi Rawas (Mura) darussalam. Hal ini dikatakan Ketua FGN Kecamatan Rawas Ilir, Aswin kepada kontributor koran ini, Selasa (18/1). “Hanya saja yang menjadi kendala saat ini, FGN tingkat desa dan kelurahan belum ada SK nya,” kata Aswin.
Menurut Aswin, hal ini disebabkan belum adanya petunjut untuk pengeluaran SK pengurus FGN tingkat desa dan kelurahan. Untuk FGN yang sudah terdaftar saat ini lebih kurang tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Rawas Ilir.
Sementara yang belum mendaftarkan diri ada tiga desa yakni, Desa Batu kucing, Belani,dan Beringin Sakti. Padahal menurut Aswin ketiga tersebut sudah diberikan surat pemberitahuan membentuk FGN. “Saat ini yang baru membentuk dari tiga desa itu baru Desa Beringin Sakti,” akunya.
Untuk kegiatan FGN dikatakannya telah dilaksanakan beberapa kali khatam Al-Quran. “Untuk tes tahap tiga baru saja selesai dilaksanakan. Tinggal menunggu hasilnya. Biasanya hasil tes diumumkan setelah dua bulan pengetesan,” paparnya.
Mengenai tes khatam Al-Quran biasanya dalam satu tahun kegiatan dilaksanakan dua kali hingga tiga kali. Aswin berharap program khatam Al-Quran bisa terus berjalan agar terbinanya generasi-generasi muda berakhlak yang baik bisa membaca Al-Quran. “Dan pada akhirnya nanti bisa mewujudkan Mura Darussallam, terciptanya manusia memiliki Iman dan Ketakwaan (Imtak) yang betul-betul baik dan benar demi kemajuan bangsa dan negara. Selain itu nantinya dapat juga memajukan daerah dan menciptakan pemimpin-pemimpin yang mempunyai Imtak untuk mencegah prilaku KKN,” terangnya.
Kemudian ia berharap pengurus FGN baik tingkat kecamatan, desa dan kelurahan betul-betul memperhatikan program kerja. Apabila pengurus FGN kurang memperhatikan program kerja yang ada, sulit untuk mewujudkan program Bupati Mura.(K-1)

Penimbunan Lokasi Pembangunan Fasilitas Umum Dimulai

0 komentar
RAWAS ILIR- Beberapa hasil rapat di kantor Kepala Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kamis (14/1) lalu mulai direalisasikan. Salah satunya mengenai lokasi pembangunan beberapa fasilitas umum diantaranya masjid, SMA, Pasar Kalangan sudah disepakati. Selain itu pihak investor perkebunan yakni PT London Sumatera (Lonsum) dan PT SAP bersedia memberikan bantuan untuk melakukan penimbunan lokasi yang telah dihibahkan masyarakat kepada pemarintah.
Pjs Desa Pauh I, Herman Mamat mengatakan kedua investor itu mulai menepati janjinya Selasa(18/1) dengan memulai pekerjaan penimbunan lokasi. Tahap awal mereka akan melakukan penimbunan lokasi gardu dan perumahan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel(PLTD).
“Kalau penimbunan tersebut selesai satu hari, maka pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengalian tempat penampungan dan pembuangan air yang ada di dalam desa. Setelah itu mengusur lokasi untuk pembuatan Gedung SMA, dan Masjid,” papar Herman.
Kemudian lanjut Herman, jika semua pekerjaan itu telah selesai, akan dilanjutkan dengan perbaikan badan jalan menuju Desa Pauh I oleh pihak perusahaan serta memperbaiki jembatan. “Nantinya Mesin untuk PLTD akan segera dibawa ke Desa Pauh I,” jelas Herman.
Sebagai penjabat sementara Desa Pauh I, Herman berjanji akan berbuat dan memberikan yang terbaik untuk warga. Sehingga nantinya akan tercipta kenangan yang baik dalam diri masyarakat. “Saya sangat sedih karena saat ini Desa Pauh I masih benyak kekurangan,” ucapnya.
Selain itu ia berharap semua yang telah direncanakan dalam pertemuan di kantor desa beberapa hari lalu dipimpin Camat Rawas Ilir Azhar Ibrahim dapat terealisasi dan berjalan lancar. Dengan demikian akan dapat lebih mudah mewujudkan program Mura Darussallam serta Mura terang benerang.(K-1)

Rabu, 19 Januari 2011

Jembatan Aringin Memprihatinkan

0 komentar
KARANG DAPO- Kondisi jembatan penghubung di hulu Desa Aringin (Alai) Kecamatan Karang Dapo mulai memprihatinkan. Saat ini jembatan tersebut nyaris tidak dapat dilalui akibat mengalami kerusakan. Pantuan dilapangan, Senin (17/1) kondisi jembatan terlihat melengkung bahkan hampir patah. Untungnya berkat kerjasama warga memperbaiki jembatan, akses jalan kembali normal untuk sementara.
Untuk menganti biaya yang dikeluarkan memperbaiki jembatan, warga meminta bantuan dari para pengendara yang melintas. Menurut pengendara yang melintas, kerusakan jembatan akan cepat diatasi jika pemerintah memberikan perhatian serius terhadap keluhan masyarakat.
“Masyarakat memang ditakdirkan selalu menerima janji-janji palsu dari orang-orang yang mementingkan kekuasaan dan memperkaya diri sendiri. Apalagi dengan wakil-wakil rakyat yang tidak mempunyai perhatian serius terhadap dampak dari kerusakan jalan dan jembatan di Desa Karang Dapo dan Rawas Ilir,” keluh Candra salah seorang penumpang angkutan umum Rawas Ilir-Lubuklinggau.
Seharusnya kata Candra, anggota DPRD Mura memiliki hati nurani melihat situasi kerusakan jalan dan jembatan. Sehingga kedepan wakil rakyat tersebut mengetahui apa yang akan diperbuat. “Dampak dari kerusakan jembatan dan jalan ini akan melumpuhkan roda perekonomian masyarakat. Rakyat akan mengalami kesulitan dan menjerit atas kenaikan harga barang,” ucapnya.(K-1)

Dishubkominfo Diminta Awasi Truk Pengangkut Batu

0 komentar
RAWAS ILIR- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Musi Rawas (Mura) diminta lebih ketat melakukan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut batu yang melintas di jalan penghubung Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir. Pasalnya kendaraan tersebut diduga kuat sebagai penyebab kerusakan jalan. Menurut warga selama ini Dishubkominfo Mura hanya fokus mengawasi kendaraan pengangkut minyak milik PT Seleraya Meragin II.
“Apabila akses jalan semuanya rusak tidak menutup kemungkinan, perekonomian masyarakat akan susah karena mobil-mobil untuk membeli barang dagangan memutar ke jalan lain. Hal ini menyebabkan biaya naik diikuti kenaikan harga barang,” kata Sirin, anggota BPD Beringin Makmur II.
Dikatakan Sirin, hampir seluruh masyarakat mengeluhkan kondisi kerusakan jalan yang terjadi saat ini. Menurutnya jika pemerintah tidak mempunyai perhatian sama sekali, ke depan masyarakat bersama para pemuda akan menentukan sikap dan mengambil tindakan sendiri dengan carah melakukan permortalan jalan.
Menurutnya, sikap ini diambil sebagai langkah terakhir apabila keperdulian pemerintah khususnya Dinas PU Bina Marga tidak mengambil tindakan. “Kalau masyarakat sudah megambil sikap seperti itu, apakah tidak malu sebagai pemerintah yang telah dipercayai masyarakat untuk mengatur dan memimpin dengan gaji uang dari rakyat,” cetusnya.
Mewakili masyarakat Sirin berharap Dihubkominfo dapat mengambil sikap dan tindakan cepat, sebelum seluruh akses jalan di Kecamatan Rawas Ilir- Karang Dapo semangkin parah.(K-1)

Sanggar Seni Rawas Ilir Dibantu Alat Kesenian

0 komentar
RAWAS ILIR- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan bantuan alat kesenian kepada Sanggar Seni di Kecamatan Rawas Ilir pimpinan Andry Taufik. Bantuan tersebut diserahkan Camat Kecamatan Rawas Ilir Azhar Ibrahim Kamis (13/1)lalu. Bantuan alat kesenian itu diantaranya Cardeon, Gitar, Tamborin, Biola, Gendang India, Jidur Besar,dan dua unit Gendang.
Menurut Camat Rawas Ilir Azhar Ibrahim bantuan tersebut didapat berdasarkan prestasi yang sudah diraih Sanggar Seni Kecamatan Rawas Ilir pada tahun lalu saat festival senjang. Ketika itu Sanggar Seni Kecamatan Rawas Ilir mendapat juara I mendapat uang tunai Rp 3 juta, piagam, dan tropy. “Hal ini merupakan kebanggaan sendiri bagi saya. Karena Kecamatan Rawas Ilir bisa menjadi pemenang terbaik diantara 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Mura,” ungkap Azhar Ibrahim kepada kontributor koran ini.
Terpisah Sekretaris Sanggar Seni Kecamatan Rawas Ilir Iskandar sewaktu dikomfirmasi oleh kontributor Koran ini menjelaskan,selain menjuarai lomba festival senjang sanggar seni budaya kecamtan Rawas ilir perna juga menjuarai lomba tari dan pencak silat mendapat juara satu, satu kali dan juara dua satu kali jugah.
“Tapi sangat disayangkan, meskipun pernah menjuarai lomba dan festival di kabupaten, sanggar seni Kecamatan Rawa Ilir belum perna diminta untuk mewakili Kabupaten Mura untuk ikut tampil dalam festival baik tingkat propinsi maupun nasional,” ucapnya.
Lanjut Iskandar seharusnya dalam festival tingkat provinsi diwakili oleh sanggar seni yang menjadi juara. Kedepan ia berharap Pemkab Mura dapat lebih perhatian terhadap sanggar seni di Kecamatan Rawas Ilir. “Karena sangat sayang, kapan lagi kita harus menunjuk jati diri kita sebagai warga bangsa Indonesia yang baik,” harapnya.(K-1)

Jumat, 14 Januari 2011

Baru Satu Balon Kades Penuhi Persyaratan

0 komentar
RAWAS ILIR- Sedikitnya tujuh kandidat mendaftarkan diri dalam seleksi bakal calon (Balon) Kepala Desa (Kades) Tanjung Raja, Kecamatan Rawas Ilir. Pendaftaran dibuka sejak Desember 2010 lalu, ditutup 9 Januari 2011. Hal ini diungkapkan ketua panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tanjung Raja Heri yanto, kepada kontributor koran ini melalui Hpnya, Kamis (13/1).
Dikatakannya, ketujuh kandidat yang telah mendaftarkan diri mengikuti seleksi Balon Kades Tanjung Raja tersebut yakni, Juharsa, Amrullah, Hardimanto, Taufik, Zulkifli, Harnit, dan Saipin.
Dikatakannya, dari tujuh Balon yang telah mendaftarkan diri hanya Balon Kades Juharsah berkasnya sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2007 atau memenuhi persyaratan. “Tetapi sekarang sebagai panitia kami sudah mengembalikan berkas yang tidak lengkap kepada Balon agar dapat memenuhi persyaratan yang masih kurang lengkap. Kami akan terus melakukan verifikasi berkas Balon Kades sampai akhir Januari,” papar Heriyanto.
Ditambahkan Heriyanto, sebagai panitia pihaknya akan tetap mengikuti aturan yang telah disepakati dan tidak akan melakukan hal-hal diluar ketentuan dan aturan yang ada. “Karena kami tidak ingin dianggap mempolitisir atau ditekan oleh Balon,” pungkasnya.
Selain itu pihaknya berharap siapapun Balon menjadi orang nomor satu di Desa Tanjung Raja seseorang yang dapat memimpin rakyat menjadi sejahtera. Kemudian menciptakan ekonomi yang mampan serta menciptakan peluang kerja demi kesuksesan bersama.(K-1)

Warga Beringin Sakti Harapkan Fasilitas Layak

0 komentar
RAWAS ILIR- Hingga 2011, Desa Beringin Sakti (Talang Beringin) Kecamatan Rawas Ilir belum mendapatkan fasilitas infrastruktur yang layak. Kondisi ini membuat desa tersebut menjadi terpencil karena akses jalan menunju ke sana sangat sulit untuk ditempuh.
Pjs Kepala Desa Beringin Sakti, Rajiun Dundang yang juga Kasi PM/K Kecamatan Rawas Ilir kepada kontributor koran ini membenarkan belum masih kurangnya fasilitas yang layak di desa tersebut. Beberapa fasilitas tersebut diantaranya jalan menuju ke desa masih sangat sulit dilalui. Saat ini kondisi jalan mulai dari Simbang Kabu menuju ke dalam desa banyak yang rusak dan berlobang serta di genangi air. “Jadi sangat sulit apabila jalan tersebut tidak diperbaiki,” ucapnya.
Selain fasilitas jalan, masyarakat Desa Beringin Sakti juga belum mendapatkan menikmati aliran listrik PT PLN. Bagi masyarakat yang mampu rata-rata menggunakan genset. “Sedangkan bantuan listrik yang diberikan kemarin yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hanya digunakan untuk 20 unit rumah,” jelasnya.
Sementara rumah warga yang lain belum bisa merasakan PLTS. Mewakili masyarakat ia berharap jika alternatif penganti penerangan hanya menggunakan PLTS, pemerintah dapat menambah kapasitas kemampuan PLTS yang terpasang saat ini. “Untuk jalan yang harus dibangun menuju Desa Beringin Sakti lebih kurang 14 KM. Jadi harapan masyarakat Desa Beringi Sakti, agar kedua masalah ini dapat dipertimbangkan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas,” harapnya.(K-1)

Bahas Percepatan Perwujudan Mura Darussalam

0 komentar
RAWAS ILIR- Camat Rawas Ilir Azhar Ibrahim melalui Kasi Kesejahteraan Sosial Gandi Malian mengajak seluruh elemen masyarakat mensukseskan program Musi Rawas Darussalam. Hal ini dikemukakan dalam pertemuan bersama beberapa elemen masyarakat, KUPT Kesehatan Puskesmas Bingin Teluk, KUPT Puskesmas Pauh, para dokter, Forum Desa Siaga, Rabu (12/1).
Menurut Gandi Malian, tujuan dilakukannya pertemuan tersebut dalam rangka mewujudkan percepatan perwujudan program Mura Darussalam. Sehingga, bisa dapat mengetahui imformasi perkembangan kesehatan yang ada dimasyarakat.
“Kami harap seluruh elemen masyarakat dapat berkordinasi dengan baik dalam melaksanakan dan mewujudkan Mura Sehat dalam menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain itu mewakili Camat Rawas Ilir, Gandi menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat memberikan laporan perkembangan hasil kerja di lapangan dalam setiap bulannya. Kemudian diharapkan baik desa maupun kelurahan dapat memfungsikan Forum Desa Siaga, maupun elemen terkait dengan program kesehatan ini.
“Tujuannya agar ke depan Program Mura Darussalam Sehat dapat terwujud dengan cepat,” harapnya.(K-1)

Kamis, 21 Oktober 2010

Program Berobat Gratis Belum Dipahami Masyarakat

0 komentar
RAWAS ILIR- Program berobat gratis dicangkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin, hingga saat ini belum sepenuhnya dimengerti masyarakat. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melalui jajarannya diminta kembali mensosialisasikan program berobat gratis hingga ke tingkat desa. Hal ini diungkapkan Kepala Unit Pelayanan Teknis (KUPT) Kesehatan Rawas Ilir, Rodo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Camat Rawas Ilir, Selasa (19/10).
Selain itu dalam Rakor dipimpin Camat Rawas Ilir Azhar Ibrahim kemarin Rodo menyampaikan, ada satu program kesehatan dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) dinilai masih berjalan ditempat (belum terealisasi). “Dana nise untuk gisi buruk sampai sekarang belum terealisasi,” ujar Rodi.
Selanjutnya Rodi menyampaikan saat ini, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bingin Teluk membawahi empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Rawas Ilir. Keempat desa tersebut yakni, Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Beringin Makmur II dan Beringin Sakti serta Kelurahan Bingin Teluk. Sementara untuk desa lain pelayanan kesehatan berkoordinasi dengan Puskesmas Pauh.
Ditambahkan Rodi, untuk Puskesmas Desa Beringin Sakti, telah beralih fungsi menjadi tempat tinggal masyarakat. Ia berharap pemerintah desa dapat membantu memberikan pengertian kepada masyarakat agar segera mengosongkanya. “Untuk bidan desa saat ini masih belum ada. Pelayanan kesehatan masih dibantu tenaga sukarela lokal. Kami harap Pemerintah Kecamatan Rawas Ilir beserta jajarannya dapat membantu permasalahan yang kami sampaikan tadi,” pungkasnya.(K-1)

KUPT Pendidikan Laporkan Permasalahan ke Camat

0 komentar
RAWAS ILIR- Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (KUPT) Pendidikan Kecamatan Rawas Ilir Syukur, menghimbau kepada seluruh sekolah tidak melakukan pungutan liar sejak diberlakukannya program sekolah gratis. Selain itu ia meminta kepada semua pihak untuk sosialisasi program sekolah gratis ditengah-tengah masyarakat. Demikian dikatakannya saat Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor Camat Rawas Ilir, Selasa (19/10).
Pantauan kontributor koran ini, dalam Rakor kemarin, Syukur juga menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi SD N 2 yang ada saat ini. Ia berharap pemerintah dapat mencari solusi perbaikan demi meningkatkan kemajuan dalam dunia pendidikan. Selain itu Syukur mengaku mutasi guru yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) saat ini tidak sesuai dengan bidang study yang dibutuhkan.
Bahkan tidak hanya itu, permasalahan lain diungkapkan Syukur yakni sulitnya mencari guru penganti di Desa Beringin Sakti. Kemudian adanya perlakuan kasar salah seorang oknum Kepala Sekolah (Kasek) di Desa Belani dalam mendidik muridnya. Saat memberikan pendidikan oknum Kasek tersebut selalu memukul muridnya jika melakukan kesalahan.
Permasalah yang terjadi di dunia pendidikan ini, disampaikan Syukur kepada Camat Rawas Ilir Azhar Ibrahim. Syukur berharap Pemerintah Kecamatan Rawas Ilir dapat membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi selama ini.(K-1)

Jumat, 15 Oktober 2010

Majelis Taklim Rawas Ulu Didata

0 komentar
RAWAS ULU- Pihak Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas, mendukung penuh program Bupati menuju Mura Darussalam. Terbukti pihak kecamatan melakukan pendataan kelompok pengajian atau Majelis Taklim tersebar di pedesaan.
Dari pendataan tim kecamatan berasal dari 16 desa dan kelurahan memiliki 52 majelis taklim dengan anggota 2.547 orang. “Data itu sangat potensial sangat sekali guna mendukung terwujudnya Mura Darussalam hingga nanti bisa saja berpotensial menjadikan Kecamatan Rawas Ulu Darussalam,” kata Camat Rawas Ulu, Y Mori pada koran ini, Kamis (14/10). Ia menyatakan jika pengajian itu termasuk aktif melaksanakan kegiatannya dengan mengadakan pembacaan surah Yasin juga arisan. Malah ada satu kelompok tersebut dengan anggota 180 orang lebih berada di Kelurahan Pasar Surulangun.
Mori menyatakan aktifitas dari pengajian ini memang sangat membantu hingga terealisasinya program mulia tersebut. “Setelah kami turun ke lapangan ternyata pelaksanaan pengajian berlangsung di rumah-rumah warga secara bergantian. Serta ada juga dilaksanakan di mushalah,” tambahnya. Pihaknya berharap kegiatan majelis taklim ini dapat terus berlanjut hingga kegiatan keagamaan dapat terus berlangsung. Dan yang jelas mendukung program Mura Darussalam.(01)

Sungai Rawas Masih Dimanfaatkan untuk MCK

0 komentar
RAWAS ILIR- Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi rawas (Mura) masih memanfaatkan aliran Sungai Rawas untuk Mandi Cuci Kakus (MCK). Selain dimanfaatkan untuk MCK, keberadaan Sungai Rawas menjadi sumber rezeki masyarakat.
Hampir setiap hari warga Desa Beringin Makmur khususnya dan Rawas Ilir umumnya mencari ikan di Sungai Rawas serta memanfaatkan pasir di pinggiran sungai untuk pembangunan rumah.
Salah seorang warga Desa Beringin Makmur I, Bulah kepada kontributor berharap Pemerintah Kabupaten Mura dapat memprogramkan pembuatan WC umum. “Masyarakat tidak mampu untuk membuat WC karena terbentur dana. Jadi kami berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini” harapnya.
Ditambahkan Bulah, saat ini masyarakat juga sangat membutuhkan sarana air bersih. Selama ini masyarakat terkadang menggunakan air galon untuk masak dan minum.(K-3)